IHSG Rebound ke 6.544,77 di Awal Perdagangan Selasa

IHSG Rebound ke 6.544,77 di Awal Perdagangan Selasa

IHSG dibuka menguat 0,15 persen ke level 6.544,77 pada Selasa 15 September 2026 setelah sehari sebelumnya melemah tipis dan sempat menyentuh 6.371.--Landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 15 September 2026.

Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis, meski sempat mengalami tekanan cukup dalam.

Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berada di level 6.544,77 pada awal perdagangan Selasa. Posisi tersebut naik 10,08 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan Senin (14/9) di level 6.534,69.

Pada perdagangan Senin, IHSG bergerak cukup volatil. Indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 6.371 sebelum akhirnya mampu memangkas pelemahan dan ditutup di level 6.534,69.

Secara keseluruhan, IHSG pada Senin melemah 6,68 poin atau 0,10 persen. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp18 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 34 miliar saham.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa masih akan menjadi perhatian investor, terutama setelah volatilitas tinggi yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Senin terlihat sejak awal sesi. Pada penutupan sesi pertama, IHSG bahkan terkoreksi sekitar 1,70 persen ke level 6.429,88. Saat itu, mayoritas saham bergerak di zona merah.

Namun, tekanan tersebut berangsur mereda pada sesi kedua. IHSG mampu memangkas sebagian besar pelemahan hingga akhirnya ditutup di level 6.534,69.

Sepanjang perdagangan Senin, IHSG bergerak dalam rentang 6.371 hingga 6.550. Kondisi tersebut menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi.

Investor Cermati The Fed

Selain sentimen domestik, investor juga mencermati agenda ekonomi global, khususnya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang berlangsung pada 15-16 September 2026.

Keputusan mengenai arah suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.

Investor juga mencermati perkembangan harga minyak dunia serta arah kebijakan fiskal domestik setelah adanya pergantian Menteri Keuangan.

Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan IHSG masih akan bergerak volatil pada perdagangan Selasa. Area 6.500 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpeluang menguji area 6.550 hingga 6.600.

Sebaliknya, apabila kembali mendapat tekanan dan menembus level 6.500, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, investor masih perlu mencermati perkembangan pasar global dan domestik serta menjaga kewaspadaan terhadap volatilitas IHSG sepanjang perdagangan Selasa, 15 September 2026.

(*)