Emas XAU/USD Naik Tipis, Dibanderol US$4.643 Kamis, 27 Agustus 2026
Ilustrasi emas dengan latar belakang indikator.--Landbank.co.id
Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAU/USD dibuka naik tipis dalam perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
Mengutip data perdagangan Kamis, 27/8/2026, pukul 10.04 WIB, harga emas XAU/USD dibuka naik ke level US$4.643 per troy ounce.
Sebelumnya, dalam perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, harga emas XAU/USD merosot 0,84 persen atau turun ke level US$4.583 per troy ounce.
Koreksi harga emas dunia didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rencana pembelian kembali atau buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS.
Indeks dolar telah turun 0,8% sepanjang bulan ini, dan meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat tinggi pada Agustus, rencana pemerintah untuk membeli kembali obligasi berhasil menahannya turun 3 basis poin bulan ini.
Fokus investor juga akan tertuju pada pidato Ketua The Fed AS, Warsh, menjelang Simposium Jackson Hole akhir pekan ini, seiring upaya mereka mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.
Citi menyebutkan, meskipun pidato Warsh yang bernada hawkish kemungkinan akan menghentikan reli emas saat ini, kejutan yang bernada dovish di Jackson Hole akan sangat menguntungkan bagi emas (ultra-bullish).
Hal ini karena pasar tidak hanya akan terus mengabaikan kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed), tetapi juga kembali fokus pada perdagangan yang mengantisipasi penurunan nilai mata uang (debasement trade) di tengah kekhawatiran baru mengenai independensi The Fed dan masalah keberlanjutan utang AS.
Sebagai informasi, harga emas melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga bulan pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026 (Selasa pagi Jakarta).
Mengutip data perdaganga Selasa, 24 Agustus 202, harga emas naik ke level US$4.696 per troy ounce.
Kenaikan harga emas dunia didorong oleh aksi beli secara teknikal di tengah tren kenaikan harga yang dipicu oleh pengumuman pembelian kembali atau buyback oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Selain itu, dolar AS yang tertekan menjelang rilis data inflasi dan Simposium Jackson Hole pekan ini.