REI Jakarta: Kolaborasi Jadi Kunci Percepat Pembangunan Hunian Terjangkau

REI Jakarta: Kolaborasi Jadi Kunci Percepat Pembangunan Hunian Terjangkau

REI Jakarta mendorong sinergi pemerintah dan pengembang untuk mempercepat penyediaan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.--Landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.idDewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Kamis (27/8/2026) di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Rakerda REI DKI Jakarta tahun ini mengusung tema “Sinergi Pengembangan dan Pemerintah dalam Mempercepat Penyerapan Hunian Layak Terjangkau, dan Berkelanjutan bagi Warga Jakarta.”

Arvin F Iskandar, ketua umum DPD REI DKI Jakarta mengatakan pengembangan hunian layak dan terjangkau di Jakarta masih memiliki peluang yang cukup besar ke depan.

Menurutnya, peluang tersebut perlu didukung melalui kolaborasi yang lebih kuat antara pengembang dan pemerintah.

“Kita melihat peluang yang bagus ke depannya, khususnya pembangunan hunian layak untuk masyarakat. Kolaborasi antara pengembang dan pemerintah menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan dan penyerapan hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Arfin dalam Rakerda REI DKI Jakarta, yang di hadiri landbank.co.id Kamis (27/8/2026).

Menurut Arfin, kebutuhan hunian di Jakarta terus berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Namun, keterbatasan lahan serta tingginya harga tanah menjadi tantangan yang perlu diatasi secara bersama-sama.

Ia menuturkan, pengembangan hunian ke depan perlu diarahkan pada konsep yang lebih terintegrasi dengan fasilitas publik dan transportasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga akses terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Pengembangan hunian tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus melihat bagaimana hunian tersebut terintegrasi dengan transportasi, fasilitas umum, dan pusat aktivitas masyarakat. Ini penting agar hunian yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi warga Jakarta,” katanya.

Arfin juga menilai sinergi antara pemerintah dan pengembang diperlukan untuk menciptakan iklim pembangunan yang lebih kondusif. Penyederhanaan proses perizinan, kepastian regulasi, hingga dukungan terhadap pembiayaan perumahan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah dan pengembang bisa duduk bersama, menyamakan persepsi, kemudian mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang ada. Dengan begitu, pembangunan hunian layak dan terjangkau bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

REI Jakarta Dorong Hunian Berkelanjutan

Lebih lanjut, Arfin mengatakan aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam pengembangan properti di Jakarta. Pengembang didorong untuk menghadirkan kawasan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan yang baik.

Menurutnya, pembangunan hunian berkelanjutan perlu mempertimbangkan efisiensi penggunaan lahan, akses transportasi publik, ruang terbuka, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi masyarakat.

“Ke depan kita tidak hanya bicara soal jumlah unit yang dibangun, tetapi juga kualitas hunian dan lingkungannya. Hunian harus layak, terjangkau, sekaligus berkelanjutan,” tuturnya.

Ia berharap Rakerda REI Jakarta dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi yang mampu memperkuat kerja sama antara REI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyediakan hunian bagi masyarakat.