Pakuwon Menjaga Stabilitas Pendapatan

Pakuwon Menjaga Stabilitas Pendapatan

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menjaga pendapatan tetap stabil di level Rp3,73 triliun pada semester pertama 2026 disandingkan pada periode sama 2025 yang mencatat angka serupa-landbank.id-

Jakarta, landbank.co.id- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menjaga pendapatan tetap stabil di level Rp3,73 triliun pada semester pertama 2026 disandingkan pada periode sama 2025 yang mencatat angka serupa.

Merujuk laporan keuangan Perseroan, emiten berkode saham PWON di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menjaga stabilitas pendapatan dengan menyuburkan pendapatan sewa ruangan.

Segmen pendapatan sewa ruangan Pakuwon tumbuh sekitar 7 persen pada Januari-Juni 2026 disandingkan dengan periode sama 2025 yang sekitar Rp1,12 triliun.

Pendapatan sewa ruangan merupakan kontributor utama terhadap pundi-pundi perusahaan yang didirikan pada 1982 itu.

Per akhir Juni 2026, segmen ini menyumbang sekitar 36 persen terhadap total pendapatan pemilik pusat perbelanjaan modern Kota Kasablanka, Jakarta tersebut.

BACA JUGA:Akhir 2027, Serah Terima Pakuwon Mall Phase 5

Di bisnis hotel, yakni penyumbang kedua terbesar terhadap total pendapatan, PWON juga mampu merawat, sekaligus menjaga pertumbuhannya.

Pada enam bulan pertama 2026, pemilik Fairfield by Marriot itu membukukan pertumbuhan pendapatan hotel sekitar 15 persen dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp581,50 miliar menjadi Rp668,92 miliar.

Bisnis hotel menyumbang sekitar 20 persen terhadap total pendapatan enam bulan pertama 2026 Pakuwon, lebih besar dibandingkan porsi pada periode sama 2025 yang masih di level 17 persen.

Berbeda dengan kontributor pertama dan kedua yang mencatat pertumbuhan, penyumbang pendapatan ketiga terbesar, yakni lini jasa pemeliharaan justru melemah tipis dari semula Rp508,07 miliar menjadi Rp506,46 miliar.

Segmen jasa pemeliharaan menyetor sekitar 15 persen terhadap total pendapatan semester pertama 2026 pemilik Pakuwon Mall, Surabaya, Jawa Timur itu.

BACA JUGA:Dividen Tunai Pakuwon, Lima Tahun Tanpa Henti

Di sisi lain, sekalipun pendapatan relatif stabil, PWON harus puas membukukan penurunan laba bersih sekitar 12 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan dengan raihan per akhir Juni 2025.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026 laba bersih PWON sekitar Rp1,01 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 masih bertengger di angka Rp1,14 triliun.

Di sisi lain, PWON mengoleksi aset senilai Rp37,70 triliun per akhir Juni 2026, lebih besar bila disandingkan dengan torehan akhir Desember 2025 yang sekitar Rp36,47 triliun.

Peningkatan juga dibukukan PWON di lini liabilitas, yakni dari semula Rp9,84 triliun pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp10,80 triliun per akhir Juni 2026.

BACA JUGA:Strategi 2026 Pakuwon Jati Mulai Berbuah

Ekuitas PWON juga naik, yakni menjadi sekitar Rp26,90 triliun pada semester pertama 2026 dari semula Rp26,62 triliun pada akhir 2025.

 

Pakuwon Mall Phase 5

Sementara itu, PWON menargetkan serah terima (hand over) Pakuwon Mall (phase 5) pada akhir tahun depan.

“Pembangunan proyek Pakuwon Mall phase 5 saat ini telah mencapai sekitar 30 persen. Rencana topping off awal 2027, sedangkan target serah terima (hand over) pada akhir 2027,” urai manajemen PWON dalam paparan publik, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Pakuwon Jati Raih Laba Bersih Rp2 Triliun Lebih

Pakuwon Mall (phase 5) merupakan proyek properti terpadu (mixed use) yang dikembangkan di atas lahan seluas 2,2 hektare di Surabaya.

Proyek senilai Rp2 triliun itu terdiri atas hotel dan tiga menara residensial yang secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2028-2029.

Mengutip data Perseroan, saat ini, Pakuwon memiliki tiga proyek yang dalam pembangunan.

Ketiganya mencakup Pakuwon Mall (phase 5), Kota Kasablanka Extension (phase 4), dan Superblock Pakuwon Mall Semarang (phase 2).

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham PWON mencakup PT Pakuwon Arthaniaga sebesar 68,68 persen, PT Artisan Surya Kreasi 0,03 persen, Alexander Tedja 0,02 persen, dan PT Pakuwon Darma 0,01 persen.

BACA JUGA:Pakuwon Kantongi Rp910 Miliar dari Bisnis Hotel

Selain itu, Wong Boon Siew Ivy sebanyak 0,00 persen, Richard Adisastra 0,00 persen, dan masyarakat 31,25 persen.

 

(*)