Pendapatan Tiket Masih Andalan PJAA, Sentuh Rp332 Miliar

Pendapatan Tiket Masih Andalan PJAA, Sentuh Rp332 Miliar

 

Hotel dan Restoran

Di sisi lain, sepanjang enam bulan pertama 2025, penyumbang kedua terbesar bagi pemasukan PJAA adalah pendapatan usaha lainnya, yakni Rp131,48 miliar atau setara dengan sekitar 26 persen dari total pendapatan PJAA.

PJJA juga punya pendapatan lain yakni dari bisnis hotel dan restoran. Segmen ini pada Januari-Juni 2025 menyetor Rp32,11 miliar atau menyumbang sekitar 6 persen.

Di sisi lain, laba bersih PJAA per akhir Juni 2025 tercatat sebesar Rp21,69 miliar atau lebih rendah sekitar 63 persen dibandingkan dengan periode sama 2024 yang senilai Rp59,82 miliar.

Sementara itu, jumlah aset PJAA tercatat Rp3,60 triliun pada akhir Juni 2025, naik bila dibandingkan dengan akhir Desember 2024 yang senilai Rp3,59 triliun.

Liabilitas PJAA terlihat meningkat, yakni dari Rp1,85 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp1,88 triliun per akhir Juni 2025.

Baca juga: Rekomendasi Lima Tempat Wisata Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Ekuitas PJAA per akhir Juni 2025 sebesar Rp1,71 triliun, sedangkan pada akhir 2024 masih sekitar Rp1,73 triliun.

 

Segmen Usaha

Hingga akhir 2024, terdapat tiga bidang usaha yang digeluti PJAA, yakni mencakup segmen pariwisata, realestat, serta perdagangan dan jasa.

Segmen pariwisata dijalankan melalui Entitas Anak, PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) dan PT Seabreez Indonesia (SI), yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan wisata dan penginapan.

TIJA, Entitas Anak Perseroan, bertanggung jawab atas pengelolaan Ancol Taman Impian. Pengunjung yang ingin memasuki kawasan wisata ini dikenakan tarif melalui pintu gerbang utama (PGU) Ancol Taman Impian.

Baca juga: PJAA Kantongi Pendapatan Rp1,26 Triliun Pada 2024