REI DKI Jakarta Buka Kartu soal Kontribusi Developer untuk Jakarta Hijau
Jakarta, landbank.co.id– Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia DKI Jakarta (DPD REI DKI Jakarta) merancang kontribusi untuk mewujudkan Jakarta hijau, ramah lingkungan, dan humanis.
Menurut Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arvin F Iskandar, kontribusi developer di antaranya adalah dengan penyediaan real estat lewat pendekatan properti hijau (green property).
Selain itu, kata Arvin F Iskandar, menyiapkan prasarana melalui pendekatan infrastruktur hijau (green infrastructure).
“Pendekatan properti hijau dilakukan melalui penataan ruang kawasan yang berorientasi hijau, konsep desain bangunan yang berupaya mereduksi konsumsi energi dan air, tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai, serta konektifitas atau pengintegrasian proyek dengan akses transportasi umum,” kata Arvin F Iskandar dalam siaran pers yang dilihat landbank.co.id, Kamis, 30 November 2023.
Terkait pendekatan infrastruktur hijau, jelas dia, dilakukan dengan membuat infrastruktur yang mendukung gaya hidup hijau seperti banyaknya akses bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Lalu, adanya sarana peresapan air dan sistem pengelolaan air bersih kotor, pengelolaan air yang efisien dengan konsep reduce-reuse-recycle dan tersedianya sistem pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Saking seriusnya perhatian para developer, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI DKI Jakarta tahun 2023 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 29 November 2023 mengusung tema “Bersinergi untuk Jakarta Hijau Ramah Lingkungan”.
“Tidak cukup dilakukan oleh pemerintah saja atau dengan solusi skala warga. Diperlukan sinergi yang erat antara pemerintah, swasta dan masyarakat (Public-Private-Community Partnership),” tegas Arvin.
Afan Adriansyah Idris, asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta yang mewakili Gubenur DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030 sebesar 50%.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan nol emisi pada 2050.
“Kota Jakarta ditargetkan menjadi kota berketahanan iklim pada tahun 2030. Menjadi kota berketahanan iklim berarti Jakarta tidak hanya berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 30% dan target sebesar 50% pada tahun 2030, tetapi juga target untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050,” ujar dia.
(*)