Penguatan Kelas Menengah Lewat Ekonomi Kreatif

Penguatan Kelas Menengah Lewat Ekonomi Kreatif

Pembangunan ekonomi kreatif perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. Pembangunan dimulai dari daerah karena banyak potensi dan kekayaan kreatif lahir dari desa-landbank.id-kemen ekraf

Jakarta, landbank.co.id- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang membahas Kemiskinan Klaster Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, rapat tersebut membahas pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. 

BACA JUGA:Kementerian Ekraf Gandeng Lippo Malls

Muhaimin menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian dan lembaga untuk mengatasi kemiskinan sekaligus memulihkan kondisi masyarakat kelas menengah yang mengalami penurunan kesejahteraan.

“Antisipasi kita, tentu akan terus berusaha mendorong agar kelas menengah yang turun bisa naik, kelas yang miskin juga naik secara bersamaan dalam satu tangga. Untuk itu, kita perlu berkolaborasi bersama-sama agar tantangan tersebut bisa kita tangani sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Sehingga amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 bisa kita atasi,” kata dia, dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.

 

Tiga Program

Sesuai amanat Inpres tersebut, Kementerian Ekraf menjalankan tiga program unggulan untuk membuka peluang usaha dan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ketiganya meliputi Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

Wamen Ekraf Irene Umar mengatakan, pembangunan ekonomi kreatif perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pembangunan tersebut dimulai dari daerah karena banyak potensi dan kekayaan kreatif lahir dari desa. 

BACA JUGA:Saat Wamen Ekraf Puji Jemana Murti Bali

Dia menambahkan, penguatan ekosistem juga membutuhkan ruang bagi talenta dan wirausaha muda untuk berkembang. Creative Hub dihadirkan sebagai ruang untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha. 

“Ekonomi kreatif tumbuh dengan membangun ekosistemnya dari hulu sampai hilir. Kita mulai dari desa karena banyak potensi dan kekayaan kreatif justru lahir dari daerah,” tutur Wamen Ekraf. 

Dia menambahkan, melalui Aktivasi Desa Kreatif, menciptakan usaha, pendapatan, lapangan kerja, sekaligus membuka akses ke pasar.