Hotel dan Restoran Dominasi Investasi Pariwisata
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa investasi pariwisata didominasi oleh kucuran dana ke sektor hotel dan restoran-landbank.id-kemenpar
Dia mencontohkan potensi wisata bahari Indonesia yang sangat tinggi. Sehingga dibutuhkan infrastruktur penunjang, seperti pos-pos kesehatan di sekitar area pantai yang dapat diakses melalui pembayaran langsung oleh wisatawan ataupun melalui sistem asuransi. Selain itu keberadaan hyperbaric chamber (ruang hiperbarik) yang merupakan elemen penting untuk mempromosikan lokasi-lokasi selam di Indonesia.
"Selain itu dalam pengelolaan pariwisata berbasis budaya, seperti di Candi Borobudur, penting untuk tetap menjaga keseimbangan yang sempurna antara pelestarian situs, lingkungan, serta kenyamanan para wisatawan," kata Dubes Roberto.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri di Kamar Dagang dan Industri (KADIN Indonesia) James Riady menyampaikan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah tekanan, pariwisata menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Oleh karena itu, tidak salah jika Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata sebagai salah satu bagian dari prioritas yang sedang didorong saat ini.
BACA JUGA:Tanrise Property Terus Ekspansi, Garap Vasa Ubud Rp1 Triliun
"Pariwisata Indonesia sangat unik karena Indonesia tidak harus berinvestasi pada asetnya lebih dulu karena kita punya pantai, laut, lokasi menyelam, diving, hutan, budaya dan lainnya. Namun tantangannya adalah bagaimana tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi jumlah kedatangan wisatawan, lama tinggal (length of stay), pengeluaran, investasi, lapangan kerja, dan kunjungan berulang. Bukan lagi soal potensi, melainkan konversi," ujarnya.
Oleh sebab itu James berharap, kegiatan ini dapat menjadi forum strategis bagi pemerintah bersama KADIN untuk menggali lebih jauh ide-ide serta peluang kolaborasi bersama mitra-mitra dari negara sahabat dalam memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata.
"Satu karakteristik khusus lainnya dari pariwisata, ia menyentuh masyarakat dengan sangat cepat. Setiap investasi menciptakan lapangan kerja. Itulah mengapa kami percaya bahwa pariwisata layak mendapatkan porsi yang jauh lebih besar dalam strategi pertumbuhan Indonesia," katanya.
“Monthly Economic Diplomatic Breakfast” merupakan forum rutin bulanan yang diselenggarakan KADIN Indonesia bersama para duta besar dan perwakilan negara sahabat. Forum ini menjadi ruang diplomasi ekonomi untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara mitra.
BACA JUGA:Minat Wisman Tetap Kuat, Tembus 6 Juta Kunjungan
Forum tersebut sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan korps diplomatik dalam menyampaikan arah kebijakan ekonomi serta menjajaki berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Indonesia, termasuk di sektor pariwisata.
(*)