Hotel dan Restoran Dominasi Investasi Pariwisata

Hotel dan Restoran Dominasi Investasi Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa investasi pariwisata didominasi oleh kucuran dana ke sektor hotel dan restoran-landbank.id-kemenpar

Menurut Menpar, perkembangan tersebut ditopang oleh kinerja ekonomi pariwisata nasional yang terus menunjukkan tren positif. Kontribusi produk domestik bruto (PDB) pariwisata meningkat dari Rp729,1 triliun pada 2022 menjadi Rp1,14 kuadriliun pada 2025 dan ditargetkan mencapai Rp1,19 kuadriliun pada akhir 2026.

BACA JUGA:Masih Ada 11 Hotel yang Mau Masuk Bali, Ini Daftarnya

“Pertumbuhan positif ini menjadi modal besar bagi Kementerian Pariwisata bersama mitra strategis, termasuk KADIN Indonesia dan mitra internasional, untuk terus bersinergi memperkuat pariwisata sebagai salah satu kekuatan yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional, membuka peluang investasi, serta menggerakkan usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah,” kata Menpar Widiyanti.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, yang juga hadir di acara tersebut, turut memaparkan potensi pengembangan sektor pariwisata di tanah Minang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan di Sumatra Barat telah mencapai 14,9 juta untuk wisatawan nusantara dan pertumbuhan sektor akomodasi, makanan dan minuman tumbuh sebesar 17,57 persen.

Sumatera Barat juga telah mengelompokkan tiga klaster peluang investasi di Sumatra Barat yaitu Mentawai dengan daya tarik wisata surfing kelas dunia, Padang dan Mandeh dengan wisata bahari dan MICE, serta Sawahlunto dengan wisata berbasis sejarah dan budaya. 

“Kami mengajak para investor dan industri untuk datang dan melihat langsung potensi pengembangan pariwisata di Sumatra Barat termasuk hadir pada Indian Ocean High-Level Forum pada tahun depan sebagai bagian dari jejaring strategis kerja sama kawasan Samudra Hindia,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, memandang forum ini dapat mendorong kerja sama tidak hanya antara pemerintah dengan pemerintah (G to G), namun juga membantu mendorong sektor swasta saling bekerja sama. 

BACA JUGA:Indonesia Bidik Investasi Pariwisata Rp63,5 Triliun

Menurut dia, Singapura dan Indonesia telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dalam memperkuat sektor pariwisata. 

Dia memberikan contoh bagaimana Singapore Airlines yang telah menghubungkan 18 titik di Indonesia dari Singapura. 

"Peningkatan konektivitas ini telah mendatangkan lalu lintas wisatawan. Semuanya dimulai dari skala kecil, sebelum akhirnya berkembang," kata Dubes Kwok Fook Seng. 

Dengan keberadaan KADIN, banyak pelaku usaha dengan pengalaman serta kapabilitas dan keahlian yang luar biasa. Karenanya, penting bagi pemerintah untuk dapat mendorong para investor untuk melirik lokasi-lokasi, memikirkan berbagai kemungkinan, dan membantu mengembangkannya.

"Saya rasa peran pemerintah yang sebenarnya adalah bagaimana kita membangun ekosistem agar sektor swasta dapat berhasil," katanya.

Duta Besar Italia untuk Indonesia, Roberto Colaminè, menyoroti tentang pentingnya pengembangan infrastruktur non-fisik yaitu infrastruktur layanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh wisatawan. 

BACA JUGA:2025, Realisasi Investasi Pariwisata Nyaris Rp74 Triliun