Mengintip Investasi Japan Thematic Fund di Ekosistem Kesehatan

Mengintip Investasi Japan Thematic Fund di Ekosistem Kesehatan

Japan Thematic Fund dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia-landbank.id-sml

“Investasi ini menjadi langkah penting bagi Bumame untuk memerluas layanan kesehatan yang kami bangun, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui pengembangan solusi yang semakin terintegrasi dan mudah diakses,” kata James Andrew Wihardja, CEO Bumame. 

Dia menuturkan, pihaknya melihat kemitraan dengan JTF sebagai kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan pemahaman Bumame terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan jaringan serta perspektif global yang dimiliki mitra Bumame.

”Sehingga harapannya dapat mempercepat inovasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan berstandar internasional,” papar James.

Pendekatan tersebut juga tercermin melalui pendanaan investasi pada TWO Inc., perusahaan asal Jepang di balik merek 2foods yang mengembangkan produk pangan fungsional berbasis ilmu nutrisi, riset konsumen, dan inovasi produk. Jika Bumame memperkuat akses terhadap layanan kesehatan, TWO Inc. melengkapinya melalui pendekatan preventif yang dimulai dari asupan dan pola hidup sehari-hari. Didukung pengalaman Jepang dalam inovasi pangan dan longevity, TWO Inc. memiliki peluang untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan konsumen di Indonesia dan Asia Tenggara.

BACA JUGA:Saka Yoga Festival Perkuat Pariwisata Berbasis Wellness

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi TWO karena perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan menciptakan ruang bagi inovasi food and wellness,” ujar Yoshikazu Azuma, CEO of Tokyo’s 2foods. 

Dia menambahkan, kemitraan dengan JTF memberikan pihaknya kesempatan untuk membawa pengalaman dan pendekatan yang telah dikembangkan di Jepang ke pasar yang lebih luas, sekaligus belajar dari kebutuhan konsumen di Indonesia. 

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk membangun bisnis wellness yang dapat tumbuh dari Indonesia menuju pasar Asia Tenggara,” kata Yoshikazu.

Sementara itu, JTF merupakan bagian dari misi jangka panjang LLV untuk memerkuat BSD City, Tangerang, Banten  sebagai ekosistem inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia. Dengan jaringan bisnis Sinar Mas Land di sektor real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV dapat membantu perusahaan portofolio menguji dan mengembangkan solusi, memperluas skala bisnis, serta membangun kemitraan dengan korporasi di Indonesia maupun Jepang. 

Bersama Spiral Ventures, LLV terus mendorong kolaborasi lintas negara yang menghubungkan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Asia Tenggara, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya solusi baru dan peluang ekonomi yang memberikan dampak lebih luas.

BACA JUGA:KEK ETKI Serap Investasi Rp1,4 Triliun

Investasi ini juga sejalan dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten atau dikenal sebagai D-HUB SEZ di BSD City, yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif. 

Kehadiran kawasan ini memerkuat konektivitas antara penyedia layanan kesehatan, perusahaan teknologi, startup, institusi riset, investor, dan mitra industri dalam satu lingkungan kolaboratif. Dalam konteks yang lebih luas, keterhubungan antara jaringan bisnis LLV, JTF, dan ekosistem D-HUB SEZ diharapkan dapat mempercepat pengembangan solusi kesehatan inovatif, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang membawa solusi teknologi dan keahlian dari Jepang serta jaringan global ke pasar Indonesia. 

(*)