Sepak Terjang Bank DBS Indonesia Memompa Ekonomi Sirkular
Perhatian Bank DBS Indonesia terhadap penguatan ekosistem social enterprises berbasis ekonomi sirkular terus bergulir melalui DBS Foundation-landbank.id-dbs
BACA JUGA:Kementerian Ekraf dan TikTok Go Perluas Akses Pasar Pegiat Ekonomi Kreatif
Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen DBS Foundation untuk meningkatkan kualitas hidup dan mata pencaharian komunitas rentan, baik melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan inklusi keuangan dan digital, maupun penguatan usaha berdampak yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan.
“Mendukung social enterprises seperti Parongpong RAW Lab dan MYCL merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk mendorong pertumbuhan purpose driven businesses dan memungkinkan mereka memperbesar skala bisnis sekaligus memperluas dampaknya,” kata Head of DBS Foundation Karen Ngui.
Keduanya, tambah dia, menunjukkan bagaimana business-led solutions dapat berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi di komunitas mereka.
“Saya sangat senang melihat bagaimana para social enterprises muda di Indonesia berkomitmen membawa perubahan, menjalankan bisnis dengan memberikan dampak positif,” tutur Karen saat mengunjungi fasilitas Parongpong RAW Lab dan Mycotech Lab di Bandung pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kisah Parongpong RAW Lab dan MYCL mencerminkan komitmen DBS Foundation untuk menghadirkan Impact Beyond Banking dengan mendukung social enterprises dalam mengembangkan inovasi yang menciptakan dampak sosial dan lingkungan. Melalui hibah, pendampingan, dan jejaring, DBS Foundation membantu memperluas solusi yang membuka peluang ekonomi bagi komunitas pesisir dan petani, sekaligus mendorong industri menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
BACA JUGA:Denyut Ekonomi Kreatif Kawasan Blok M Jaksel
Ke depan, DBS Foundation akan terus memperkuat ekosistem bisnis berdampak agar solusi tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
(*)