Joko Suranto: Backlog Perumahan Tetap Jadi Perhatian REI
Jakarta, landbank.co.id– Kesenjangan kepemilikan perumahan (backlog perumahan) tetap menjadi perhatian Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI).
Bahkan, jumlah backlog perumahan harus terus ditekan sehingga sehingga tidak ada lagi kesenjangan.
“Backlog perumahan tetap menjadi perhatian REI dan kami terus upayakan untuk bisa ditekan,” kata Joko Suranto, ketua umum DPP REI periode 2023-2027 di Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2023.
Menurut Joko Suranto, pihaknya juga akan serius untuk membangun database properti sehingga bisa ikut memetakan di mana saja backlog perumahan terjadi.
Data base tadi amat penting untuk mengambil keputusan atau kebijakan terkait sektor properti.
Presiden Jokowi saat membuka Munas REI XVII tahun 2023, baru-baru ini, juga menyinggung soal backlog perumahan.
Menurut Jokowi, salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan REI adalah mengatasi kesenjangan kepemilikan perumahan rakyat atau backlog yang mencapai 12,1 juta.
“Kebutuhan kita masih sangat besar, backlog kepemilikan perumahan kita masih 12,1 juta. Ini adalah sebuah opportunity, sebuah peluang, sebuah peluang yang bisa dikerjakan seluruh anggota REI,” kata Presiden.
Jokowi juga mengingatkan industri properti nasional agar berhati-hati dan tidak jor-joran dalam melakukan ekspansi, dan memastikan berapa angka backlog sebenarnya.
“Pastikan berapa backlog kita, jangan hanya bangun-bangun saja. Manajemen harus dikendalikan dan dikelola dengan baik. Kebutuhan hunian kita masih besar, dan ini peluang yang bisa dikerjakan seluruh anggota REI,” tegas Jokowi.
Salah satu upaya mengatasi backlog adalah memberikan subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lewat kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), REI menjadi asosiasi perumahan yang tertinggi dalam menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sepanjang semester pertama 2023.

REI menempati peringkat pertama dari 21 asosiasi dengan menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 44.815 unit setara Rp5 triliun. Porsi REI sebesar 45,02% dari sisi unit, sedangkan dari sisi nilai sebesar 44,96%.
(*)