Jakarta Menuju “City of Home”, REI Dorong Kolaborasi Pengembang dan Pemerintah

Jakarta Menuju “City of Home”, REI Dorong Kolaborasi Pengembang dan Pemerintah

REI DKI Jakarta mendorong kolaborasi pemerintah dan pengembang untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau di tengah backlog 402.287 KK.--REI DKI Jakarta

Ia menilai hunian yang telah tersedia dapat menjadi solusi lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila didukung kebijakan, insentif, serta skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan calon penghuni.

Pembiayaan Jadi Penghubung

Kepala Bidang Pembiayaan dan Kemitraan Perumahan DPRKP Provinsi DKI Jakarta, Lady Natalia, mengatakan tantangan penyediaan hunian di Jakarta juga berkaitan erat dengan daya beli masyarakat.

Ia menyebut backlog perumahan di Jakarta mencapai sekitar 402.287 kepala keluarga. Di sisi lain, kenaikan harga tanah dan tekanan terhadap daya beli masyarakat menjadi tantangan dalam menyediakan hunian terjangkau.

Untuk memperluas akses kepemilikan rumah, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Perumahan (FPPR) sebagai salah satu instrumen pembiayaan.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh fasilitas bunga tetap sebesar 5% hingga akhir tenor, pembiayaan hingga 100% tanpa uang muka, tenor hingga 20 tahun, perlindungan asuransi, serta pembebasan biaya provisi dan administrasi.

Skema tersebut juga dapat digunakan untuk memperoleh hunian yang sudah tersedia atau hunian eksisting.

Memperkuat Peran Kelompok MBT

REI DKI Jakarta juga menilai kebijakan perumahan perlu memberikan ruang lebih besar bagi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).

Arvin menjelaskan, kelompok MBT berada di antara masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh subsidi dan masyarakat yang mampu membeli hunian komersial dengan harga pasar.

“Mereka membutuhkan hunian dekat dengan tempat kerja dan transportasi publik, tetapi belum tentu mampu mengakses hunian komersial dengan harga pasar,” ujarnya.

Karena itu, REI DKI Jakarta menyambut penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rumah Susun sebagai momentum untuk memperkuat kebijakan hunian vertikal di Jakarta.

Kolaborasi pemerintah dan pengembang juga telah berjalan melalui berbagai proyek hunian terjangkau milik pemerintah yang dikembangkan bersama perbankan dan pelaku usaha.

Sejumlah proyek tersebut antara lain Menara Samawa, Menara Kanaya, Sentraland Cengkareng, Bandar Kemayoran, serta proyek kolaborasi dengan PT SPI.

Dengan penguatan sinergi tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota global dengan infrastruktur modern, tetapi juga menjadi “City of Home”, yakni kota yang mampu memberikan kepastian hunian dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.