Bisnis Hotel Paradise Indonesia Kian Kinclong
Padahal, mengutip riset Colliers Indonesia, bisnis hotel di sejumlah lokasi utama di Indonesia tengah dalam menghadapi tekanan pada 2025.
Di Bali, riset itu menyebutkan bahwa permintaan wisatawan domestik—terutama dari segmen pemerintah—terus menurun pada 2025, semakin memengaruhi kinerja hotel di segmen meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE).
“Kebijakan efisiensi pemerintah dan pengetatan anggaran telah mengurangi skala dan frekuensi penyelenggaraan acara resmi, sehingga melemahkan salah satu sumber permintaan hotel yang selama ini signifikan,” dilansir riset Colliers Indonesia.
Kian Kinclong
Kini, Paradise Indonesia memiliki 15 hotel yang tersebar di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar. Hotel-hotel itu mencakup hotel bisnis bintang dua hingga bintang lima.
Kehadiran bisnis hotel kian memerkuat pundi-pundi INPP selain dari bisnis properti komersial seperti mal atau pusat perbelanjaan modern.
Baca juga: Paradise Indonesia Berharap Recurring Income dari Bandung Bertambah
Sepanjang lima tahun terakhir, yakni di rentang 2021-2025, bisnis hotel Paradise Indonesia terlihat kian kinclong.
Kian moncernya bisnis hotel INPP terpantau dari pertumbuhan dan jumlah pendapatan yang berhasil dikumpulkan dalam rentan waktu itu.
INPP yang merangsek bisnis hotel kali pertama lewat Harris Hotel Tuban, Bali pada 2002 itu benar-benar tangguh dalam perhotelan.
Pada 2021, ketika pandemi Covid-19 masih menerpa dunia, termasuk Indonesia, Paradise Indonesia terlihat mengoleksi pendapatan dari perhotelan senilai Rp118,18 miliar.
Memasuki hilangnya pandemi Covid-19 pada 2022 dan tahun-tahun selanjutnya, INPP terus mencatat pertumbuhan pendapatan dari perhotelan.
Pada 2022, pendapatan perhotelan INPP melejit sekitar 169 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Baca juga: Bisnis Hotel Masih Menjadi Otot Indonesian Paradise Property