PTPP Garap Rumah Sakit Rp663 Miliar di Riau

PTPP Garap Rumah Sakit Rp663 Miliar di Riau

Sistem ini menggabungkan elemen pracetak dan pengecoran di lapangan secara monolit, mengurangi kebutuhan bekisting dan risiko kesalahan lapangan.

Selain itu, dinding pracetak terintegrasi ada semi basement. Metode precast wall digunakan sebagai bekisting tetap untuk elemen struktur bawah tanah.

Teknik ini sangat efektif pada kondisi muka air tanah tinggi (±2,5 m), meningkatkan efisiensi waktu dan mutu pekerjaan, serta menurunkan risiko deformasi pada lingkungan geoteknik yang kompleks.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengungkapkan, tidak hanya unggul secara teknis, RS UPT Vertikal Riau juga mencerminkan identitas lokal lewat desain facade bergaya arsitektur tradisional Melayu Riau.

Joko mengatakan, unsur-unsur seperti bentuk atap, ornamen khas, serta pemilihan warna dan material menjadikan bangunan ini ikon budaya sekaligus fasilitas kesehatan modern.

Dia menjelaskan, proyek ini juga diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor pariwisata medis, perhotelan, transportasi, hingga kuliner.

“Dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat, RS ini akan meringankan beban anggaran daerah serta mendukung pilar pembangunan kesehatan dalam kerangka Visi Indonesia Emas 2045,” harap Joko.

Yang jelas, lanjut Joko, pihaknya bangga menjadi bagian dari proyek strategis yang mengintegrasikan inovasi konstruksi, nilai budaya, dan dampak sosial. RS UPT Vertikal Riau adalah bukti nyata komitmen PTPP dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.

PTPP yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) kelahiran 1953 ini punya pengalaman panjang dalam membangun rumah sakit berkualitas.

Baca juga: Presiden Resmikan Dua Rumah Sakit yang Dikerjakan PTPP

Beberapa proyek rumah sakit yang dikerja oleh PTPP antara lain adalah RS Mother and Child Health Care Center (MCHC) Dr Hasan Sadikin yang berlokasi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Lalu, PT PP (Persero) juga telah merampungkan proyek RS Kanker Dharmais Woman and Child Cancer Care Building di Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.

Manajemen PTPP menyebutkan bahwa proyek RS Kanker Dharmais yang dikerjakan oleh BUMN itu yang memiliki luas bangunan sebesar 35.680 m2 dengan tinggi 18 Lantai dan 3 basement.

Nilai kontrak dari Proyek RS Kanker Dharmais sebesar Rp474,3 Miliar dengan sumber pendanaan dari Islamic Development Bank (IsDB).

Sementara itu, pembangunan Proyek RS MCHC Dr Hasan Sadikin memiliki nilai kontrak Rp 383,1 Miliar dengan proporsi PTPP yaitu 55%, dan memiliki sumber pendanaan dari Islamic Development Bank (IsDB).