Pendapatan dari Pilar Leisure & Hospitality tercatat relatif stabil sebesar Rp30,3 miliar dibandingkan Rp32,5 miliar pada kuartal pertama 2025, dengan kontribusi utama tetap berasal dari segmen golf serta bisnis pendukung lainnya yang menjaga diversifikasi pendapatan Perseroan.
Laba kotor konsolidasi KIJA tercatat sebesar Rp432,2 miliar pada Januari-Maret 2026 dibandingkan Rp540,8 miliar pada periode sama 2025.
Margin laba kotor konsolidasi berada pada level 36 persen pada kuartal pertama 2026, dibandingkan dengan 42 persen pada periode sama 2025.
Penurunan ini sejalan dengan menurunnya kontribusi dari penjualan lahan industri yang umumnya memiliki margin lebih tinggi, serta meningkatnya kontribusi dari Pilar Infrastruktur yang umumnya memberikan pendapatan lebih stabil namun dengan margin yang lebih rendah dibandingkan penjualan lahan.
“Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp164,0 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp200,5 miliar pada kuartal pertama tahun 2025,” kata manajemen KIJA.
Baca juga: Land Development dan Property Otot Pendapatan Jababeka
Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan dan laba kotor. EBITDA Perseroan pada kuartal pertama 2026 tercatat sebesar Rp383,1 miliar, dibandingkan dengan Rp481,5 miliar pada periode sama 2025.
“Penurunan ini sejalan dengan penurunan pendapatan dan laba kotor. Meskipun demikian, EBITDA margin tetap berada pada level yang solid sebesar 32 persen, mencerminkan ketahanan model bisnis Perseroan yang semakin didukung oleh pendapatan berbasis utilitas dan jasa yang berulang,” jelas manajemen KIJA.
Sementara itu, total aset KIJA per akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp15,36 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2025 senilai Rp15,06 triliun.
Untuk total liabilitas, perusahaan yang didirikan pada 1968 ini membukukan peningkatan dari Rp6,91 triliun pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp7,05 triliun per akhir Maret 2026.
KIJA mencatat kenaikan di sisi ekuitas, yakni menjadi Rp8,30 triliun pada akhir Maret 2026 dari semula Rp8,14 triliun pada akhir 2025.
Baca juga: Jababeka Beri Sinyal Mau Tambah Landbank
Para pemegang saham KIJA per akhir Maret 2026 terdiri atas Mu Min Ali Gunawan sebesar 21,09 persen, Islamic Development Bank 11,53 persen, Saham treasuri 0,13 persen, dan masyarakat 67,25 persen.
(*)





