Dari Lippo Mall Nusantara Mencuat Peran Penting Perempuan di Industri Kreatif
“Industri kreatif tidak memandang perempuan atau laki-laki. Yang terpenting adalah kemauan untuk berkreasi. Perempuan memiliki perspektif yang kuat dan unik, yang justru menjadi kekuatan besar dalam menciptakan nilai dan identitas,” kata Wamen Ekraf.
Irene Umar menambahkan, ekonomi kreatif merupakan sektor yang inklusif dan membuka peluang luas bagi perempuan untuk menjadi pelaku utama hingga pemimpin industri.
Sejumlah subsektor seperti teknologi dan gim yang masih didominasi laki-laki justru menunjukkan ruang yang semakin terbuka bagi perempuan untuk berkembang.
“Kita perlu tidak hanya percaya diri, tetapi juga saling bergandeng tangan. Mari bersama-sama step into the light and shine,” ujar Irene Umar.
Kementerian Ekraf menegaskan bahwa penguatan peran perempuan menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami percaya, ketika perempuan diberi ruang untuk berkarya dan memimpin, dampaknya akan memperluas peluang dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menekankan, pemberdayaan perempuan masih menjadi pekerjaan bersama lintas sektor.
Menurut dia, masih banyak perempuan yang belum mendapatkan ruang aman dan setara.
Baca juga: Wamenekraf Dukung Industri Kecantikan Lokal Menuju Global
“Ini menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan adalah kerja bersama. Pemerintah terus membuka akses, memperkuat perlindungan, dan memastikan perempuan dapat berdaya secara optimal. Satu langkah perempuan hari ini bisa menjadi perubahan besar bagi banyak kehidupan esok hari,” kata Arifah Fauzi.
(*)