Saham Emiten Properti Ini Terus Menggeliat

Memasuki tahun 2026, saham emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terus menggeliat di Bursa Efek Indonesia/foto: dada

Harga saham di level Rp50 mulai dianggap tidak mencerminkan kondisi fundamental terkini.

 

Bacaan Lainnya

Optimisme Pengembang

Sementara itu, dalam dinamika pasar modal, tidak semua lonjakan harga saham dipandang sebagai fenomena sesaat.

Beberapa justeru menandai perubahan fase yang lebih fundamental. Kondisi inilah yang mulai terjadi pada saham DADA yang belakangan bergerak agresif.

Di kalangan analis, saham yang mengalami kebangkitan seperti ini kerap disebut memasuki fase awakening, yakni transisi dari saham yang sebelumnya kurang diperhatikan menjadi saham dengan growth story yang mulai diperhitungkan.

Baca juga: Apple 3 Condovilla Jadi Patokan Pengembangan Properti DADA

Lonjakan harga hingga melampaui 35 persen dalam waktu relatif singkat dinilai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan pembuka dari potensi fase baru.

“Ini artinya bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan semacam ini sering dibaca sebagai sinyal awal dari proses re-rating valuasi. Dimana pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental perusahaan yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” papar Bayu Setiawan.

Selain itu, lonjakan tajam juga kerap diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money, serta respons atas perbaikan kinerja yang datang lebih dulu dibanding reaksi harga.

Bayu menegaskan, pergerakan DADA kali ini dinilai memiliki pijakan yang lebih kuat, berbeda dengan saham-saham yang naik karena rumor atau sentimen sesaat.

Di tengah mulai pulihnya sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, saham DADA berpotensi menjadi salah satu contoh transformasi emiten kecil yang berhasil menarik kembali perhatian pasar melalui perbaikan kinerja dan prospek yang lebih menjanjikan.

Terjadinya lonjakan saham DADA di awal 2026 dapat menjadi sinyal awal pembentukan tren positif, meskipun investor tetap perlu mencermati faktor risiko seperti kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, serta realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal-kuartal mendatang. Dengan volatilitas yang masih berpotensi terjadi, pendekatan selektif dan berbasis fundamental tetap menjadi kunci.

Baca juga: Ini Lima Emiten Properti Pemilik Ekuitas Terbesar

“Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan apabila perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah mulai bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi menjadi salah satu emiten yang ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” harap Bayu Setiawan. 

(*)

Pos terkait