Realisasi KPR FLPP BNI Meninggi
Realisasi penyaluran KPR FLPP PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meningkat 23,95 persen pada semester pertama 2026-landbank.id-
Jakarta, landbank.co.id- Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau KPR FLPP PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meningkat 23,95 persen.
Meningginya realisasi KPR FLPP BNI itu ditorehkan pada Januari-Juni 2026 bila disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi KPR FLPP BNI pada semester pertama 2026 tercatat sebanyak 6.686 rumah subsidi, sedangkan pada periode sama 2025 sebanyak 5.394 unit.
Praktis, naiknya volume mendorong nilai KPR FLPP bank pelat merah itu meningkat, dari semula Rp680,04 miliar pada enam bulan pertama 2025, menjadi sebesar Rp837,59 miliar per akhir Juni 2026.
Dalam merealisasikan penyaluran KPR FLPP pada semester pertama 2026, BNI melibatkan 1.497 pengembang properti yang membangun 1.527 perumahan.
BACA JUGA:Rumah Subsidi BNI Tersebar di 285 Kota
Masih mengutip data BP Tapera, rumah subsidi yang digelontorkan KPR FLPP BNI terletak di 270 kabupaten dan kota dari 31 provinsi di Indonesia.
Pada semester pertama 2025, BNI menggandeng 816 developer yang mengembangkan 1.051 perumahan di 211 kabupaten dan kota di 28 provinsi.
Realisasi Turun
Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP secara nasional pada semester pertama 2026 terlihat turun 24,34 persen bila disandingkan dengan raihan periode sama 2025.
Mengutip data BP Tapera, sepanjang enam bulan pertama 2026, realisasi KPR FLPP menyentuh 91.531 rumah subsidi.
BACA JUGA:BNI Tambah Mitra Pengembang, Percepat Tiga Juta Rumah
Nilai KPR FLPP untuk pembiayaan rumah subsidi pada semester pertama tersebut setara dengan sekitar Rp11,37 triliun.
Realisasi KPR FLPP sepanjang enam bulan pertama 2026 melibatkan 36 bank penyalur yang mencakup bank Himbara, bank swasta, dan bank pembangunan daerah (BPD).
Penurunan realisasi KPR FLPP pada semester pertama 2026 seiring dengan melemahnya realisasi yang ditorehkan oleh para pemain utama penyaluran KPR subsidi tersebut.
Sebut saja misalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang merupakan motor penyaluran KPR subsidi, per akhir Juni 2026, turun 31,11 persen.
Bank pelat merah yang menguasai pangsa pasar KPR FLPP sebanyak 48,50 persen itu harus puas mencatatkan penyaluran KPR FLPP sebanyak 44.388 unit pada semester pertama 2026.
Penurunan juga terlihat di penguasa pangsa pasar KPR FLPP syariah, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN). Per akhir Juni 2026, realisasi KPR FLPP BSN turun 4,13 persen.
Anak usaha BTN tersebut menggelontorkan KPR FLPP sebesar Rp2,85 triliun untuk 23.130 rumah subsidi sepanjang enam bulan pertama 2026.
BACA JUGA:Dapat Kuota KPR FLPP 25 Ribu Unit, Dirut BNI Bilang Begini
Sekalipun realisasi unit dan nilai FLPP turun, namun penguasaan pangsa pasar BSN justru menanjak, yakni dari 19,94 persen menjadi sebesar 25,27 persen.
Pemain utama penyaluran KPR FLPP yang juga mencatat penurunan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini harus puas mencatat penurunan realisasi FLPP sebesar 28,09 persen.
Di sisi lain, untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi hingga akhir 2026, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan.
Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan.
BACA JUGA:Begini Realisasi KPR FLPP Semester Pertama 2026, Pemain Utama Turun
Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
(*)