Lima Bank Penyalur KPR Subsidi Terbesar 2026, BTN Dominan
Dominasi BTN juga terjadi pada rentang Januari-Maret 2025. Ketika itu, bank yang berdiri sejak 9 Februari 1950 itu menyalurkan pembiayaan sebanyak 29.485 rumah subsidi senilai Rp3,66 triliun dengan pangsa pasar masing-masing 54,73 persen dan 54,90 persen.
Raihan bank yang awalnya bernama Bank Tabungan Pos itu berkat menggandeng 3.456 pengembang properti. Rumah subsidi yang dibiayai BTN pada Januari-Maret 2025 tersebar di 4.573 perumahan di 311 kabupaten dan kota dari 31 provinsi.
Baca juga: Satu Tahun Prabowo, Himbara Dominasi Rumah Subsidi
Masih mengutip data BP Tapera, realisasi penyaluran KPR FLPP BTN pada periode Januari-Maret 2026 bila disandingkan dengan periode sama 2024 terlihat menurun sekitar 28 persen dari sisi unit, yakni dari 29.485 rumah subsidi menjadi 21.186 unit.
Penurunan realisasi penyaluran KPR subsidi BTN juga terlihat dari sisi nilai, yakni sekitar 28 persen menjadi senilai Rp2,64 triliun dari semula Rp3,66 triliun
Realisasi penyaluran KPR FLPP BTN tersebut merupakan pembiayaan berskema konvensional, sedangkan untuk skema syariah dilakukan melalui anak usaha, yakni BSN.
Karena itu, realisasi penyaluran KPR FLPP BTN periode Januari-Maret 2026 akan lebih besar bila digabungkan dengan BSN.
Dalam rentang waktu itu BSN menyalurkan sebanyak 8.283 rumah subsidi senilai Rp1,01 triliun dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 20,16 persen dan 19,85 persen.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN dan anak usaha mencapai sebanyak 29.469 unit senilai Rp3,66 triliun, sedangkan pangsa pasarnya masing-masing 71,73 persen dan 71,54 persen.
Baca juga: Salurkan FLPP 2025, BTN Gandeng 6.542 Pengembang Properti
Sementara itu, manajemen BTN menyatakan bahwa pihaknya menyalurkan KPR sejak tahun 1976.
Khusus KPR subsidi, per kuartal pertama 2026 naik sebesar Rp13,85 triliun atau sekitar 7,7 persen dibandingkan dengan periode sama 2024 year on year (yoy), yakni dari Rp179,70 triliun menjadi Rp193,55 triliun.
Lalu, untuk segmen KPR nonsubsidi, naik sekitar Rp5,75 triliun atau naik 5,4 persen yoy menjadi Rp112,56 triliun dari semula Rp106,81 triliun.
Baca juga: Rumah Subsidi BNI Tersebar di 285 Kota
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dengan menyalurkan KPR bagi jutaan keluarga Indonesia membuat kinerja Perseroan makin positif.