Pembiayaan Rumah Subsidi Rp3,4 Triliun untuk Guru
Jakarta, landbank.co.id– Manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyediakan pembiayaan rumah subsidi Rp3,4 triliun untuk 20.000 ribu guru pada 2025.
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dukungan itu tertuang dalam Program Rumah untuk Guru Indonesia.
Program tersebut merupakan hasil kerja kolaborasi lintas sektor untuk membantu para guru supaya memiliki rumah layak huni dan terjangkau.
Sasaran program ini adalah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Honorer, maupun guru swasta yang memenuhi kriteria penerima kredit pemilik rumah (KPR) subsidi.
“Sama dengan skema pembiayaan yang digunakan adalah KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada umumnya, untuk guru non-PNS dan KPR Tapera untuk guru PNS,” ujarnya dilansir laman BTN.
Baca juga: Tenaga Kesehatan Mendapat Alokasi 30 Ribu Rumah Subsidi
Dia menjelaskan, fasilitas KPR subsidi tersebut mencakup bunga tetap 5 persen sepanjang tenor dan uang muka minimal 1 persen dari harga rumah.
“Tenor pinjaman maksimal selama 20 tahun dan mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta,” kata Nixon.
Sebagai tahap awal implementasi, BTN menggelar akad kredit serentak pada 25 Maret 2025 untuk 300 debitur, baik secara onsite maupun online yang tersebar di 8 wilayah masing-masing yaitu Bogor (Perumahan Pesona Kahuripan 10 sebanyak 59 debitur) dan Banda Aceh.
Lalu, Medan, Pontianak, Makassar, Bangkalan, Kupang, serta Jayapura yang mayoritas berasal dari jenjang SD, diikuti SMP dan SMA, dengan masa kerja di atas dua tahun.
“BTN bekerja sama dengan Kementerian Dikdasmen dalam konsolidasi dan verifikasi data guru yang memenuhi syarat. Program ini ke depannya akan diterapkan secara nasional,” kata Nixon.
Nixon menegaskan, sebagai pemain utama di KPR nasional, BTN selama ini telah menunjukkan kepeduliannya terhadap insan pekerja sektor pendidikan.
Baca juga: Pengembang Rumah Subsidi Harus Profesional
Hal itu terlihat dari total penyaluran rumah untuk tenaga pendidik yang telah mencapai 22.768 unit sejak tahun 2021. Selama tiga bulan pertama tahun ini, total yang telah disalurkan untuk tenaga pendidik yakni sebanyak 1.507 unit.