Pembiayaan Rumah Subsidi Rp3,4 Triliun untuk Guru
“Kalau boleh usul, kita tambahkan tahun depan, selain guru ASN (aparatur sipil negara), kita tambahkan dengan guru-guru Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan swasta. Kami berharap program ini terus berjalan karena program ini yang paling disukai dan masih banyak guru yang belum punya rumah layak huni. Dengan begitu, guru bisa lebih konsentrasi mengajar,” ujar Nixon.
Menurut Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, dengan adanya Program Rumah untuk Guru Indonesia, pemerintah mendukung peningkatan kualitas hidup para guru sehingga mereka dapat bekerja dengan baik.
“Terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah mengalokasikan 20.000 unit untuk guru, karena jumlah guru yang masih belum memiliki rumah sebanyak 438.816 di seluruh Indonesia. Kami ingin agar para guru dapat bekerja lebih baik lagi, dengan peningkatan kesejahteraan dan kepemilikan rumah yang layak,” kata Abdul.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku bahwa selain untuk guru, pemerintah juga menyiapkah hunian untuk elemen masyarakat lainnya.
“Dalam waktu dekat kita sudah mengalokasikan 20.000 unit untuk guru, lalu para pahlawan devisa kita, para tenaga kerja Indonesia (TKI), banyak perempuan tangguh di antara mereka, kami alokasikan 20.000 unit juga. Yang ketiga adalah untuk bidan sebanyak 10.000 unit, perawat 15.000 unit, tenaga kesehatan masyarakat 5.000 unit. Kami juga sudah alokasikan untuk petani, nelayan, dan buruh. Dengan bantuan BPS, program ini bisa lebih tepat sasaran dan rumah subsidi tidak dinikmati oleh orang-orang yang tidak berhak,” kata Menteri PKP.
Dia mengatakan, proses penghunian rumah subsidi untuk guru merupakan langkah konkret karena tanpa bantuan dari Mendikdasmen, BPS, Gubernur Jawa Barat dan intruksi langsung Presiden Prabowo Subianto langkah ini tidak dapat terlaksana.
“Tentu semua proses harus tepat sasaran dan berkualitas untuk penerima manfaat dan kualitas bangunannya,” ujar Menteri Ara dilansir laman PKP.
Prosesi serah terima kunci rumah bagi guru penerima manfaat dilaksanakan oleh enam perwakilan calon penghuni yang berprofesi sebagai guru dengan simbolis penyerahan kunci oleh Menteri PKP serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Baca juga: Akurasi Data Menjadi Kunci Penyaluran Rumah Subsidi
Lalu, oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, dan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu.
Salah satu calon penerima manfaat perumahan bersubsidi, Ade Purwanto (45 tahun), yang sehari-hari mengajar Bahasa Indonesia di SMAN 8 Bekasi mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur atas bantuan rumah subsidi kepada guru.
“Tempatnya strategis dan menghemat biaya, bangunannya juga kokoh, fasilitasnya juga lengkap sehingga kami akan nyaman tinggal di hunian ini. Selain itu dengan adanya bantuan perumahan subsidi dari Pak Presiden ini kami sangat terbantu dan tidak mengontrak lagi,” kata dia.
(*)