Generasi Muda Diajak Terbiasa Tinggal di Hunian Vertikal

Generasi Muda Diajak Terbiasa Tinggal di Hunian Vertikal

Lokasi pembangunan Rusun berada di Jalan Simpang Komersil Arengka, Tuanku Tambusai, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan berada satu lokasi dengan lingkungan kampus.

Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau, Rusun Universitas Muhammadiyah Riau dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2022 – 2023 dengan jangka waktu pelaksanaan 375 hari.

Bangunan vertikal ini dibangun diatas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan luas bangunan 17,4 m x 38,2 setinggi 3 lantai dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa.

Rusun ini juga dilengkapi dengan fasilitas meubelair berupa meja kerja standar rusun yang berjumlah 168 unit, kursi standar rusun 168 unit, lemari 1 pintu standar rusun 4 unit, lemari 2 pintu atas bawah standar rusun 82 unit, tempat tidur susun 82 unit dan tempat tidur tunggal yang berjumlah 4 unit.

Selain itu, Rusun ini juga dilengkapi dengan spesifikasi MEP berupa ketersediaan saluran air bersih dan kotor, sistem pengudaraan berupa kipas angin stand fan dan exhaust fan toilet, sistem proteksi kebakaran berupa smoke detector dan heat detector serta daya listrik PLN 33 KVA atau 33000 VA.

Fasilitas pendukung lainnya yang ada di sekitar Rusun yakni setiap kamar sudah dilengkapi pendingin ruangan (AC) oleh pihak Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), adanya lampu taman, paving blok dan tanaman pepohonan agar menambah kesan teduh dan asri.

“Saat ini masih banyak mahasiswa yang belum memiliki atau menempati rumah/kamar sewa yang layak. Kami telah melengkapi bangunan dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang menempuh pendidikan di kampus ini,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Dr Saidul Amin MA mengungkapkan, Rusun ini nantinya diperuntukan untuk mahasiswa kedokteran, internasional dan mahasiswa kurang mampu dengan ketentuan free charge atau tanpa biaya apapun.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan Rusun ini. Kami akan membentuk tim untuk pengelola Rusun,” ujar dia.

Salah satu mahasiswi jurusan Teknik Industri yang berasal dari Kabupaten Siak Putri Fitria Kinasih menerangkan bahwa para penghuni termasuk dirinya merasa senang dan nyaman tinggal di Rusun karena fasilitasnya lengkap dalam mendukung pembelajaran dan membuat lebih fokus belajar untuk meningkatkan prestasi.

“Lokasi Rusunnya masih satu lokasi dengan kampus dan harga sewanya juga terjangkau sehingga sangat membantu kami untuk lebih mudah kuliah,” ujar dia.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=G825nPZtW9A[/embedyt]

 

(*)