Jokowi Bantah Tuduhan Ijazah Palsu di Sidang Roy Suryo, Ungkap Awal Mula Laporan
Jokowi Bantah Tuduhan Ijazah Palsu di Sidang Roy Suryo, Ungkap Awal Mula Laporan--Landbank.co.id
Jakarta, landbank.co.id - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membantah tuduhan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis, 5 November 2026.
Dalam persidangan tersebut, Jokowi menjelaskan awal mula dirinya mengetahui adanya video yang memuat tudingan bahwa ijazah sarjananya palsu. Ia menyebut informasi tersebut pertama kali diperlihatkan oleh ajudannya sekitar 26 Maret 2025.
“Awalnya, saya diperlihatkan ajudan sekitar 26 Maret 2025, mengenai video Roy Suryo yang menuding ijazah sarjana saya palsu. Tindakannya sudah kebablasan, sehingga saya berkonsultasi dengan advokat saya dan melaporkan tuduhan tersebut,” ujar Jokowi dalam persidangan yang dihadiri landbank.co.id Kamis, 5 November 2026.
Jokowi menerangkan, tuduhan mengenai keaslian ijazahnya sebenarnya telah muncul sejak 2020 dan kembali berlanjut pada 2024. Namun, ia memutuskan menempuh jalur hukum setelah tuduhan tersebut dinilai semakin serius dan berlanjut pada 2025.
BACA JUGA:Jokowi Akui Foto Ijazah yang Ditunjukkan Hakim
“Dikarenakan tuduhan semakin serius dan berlanjut di 2025, maka saya mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Dalam persidangan, Jokowi juga menunjukkan ijazah sarjananya kepada majelis hakim. Dokumen tersebut berkaitan dengan tuduhan yang disampaikan Roy Suryo mengenai keaslian ijazah pendidikan tinggi Jokowi.
Selain menunjukkan ijazah, Jokowi memaparkan riwayat pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta, kemudian SMP Negeri 1 Kota Surakarta. Selanjutnya SMA Negeri 6 Kota Surakarta, dan S-1 di Fakultas Kehutanan UGM, Yang Mulia,” kata Jokowi.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Sawit (CPO) Turun 6,07 Persen November 2026
Ia juga menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, tidak terdapat pembagian jurusan seperti yang dikenal saat ini.
Karena itu, ia banyak mengambil mata kuliah yang berkaitan dengan bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu.
Keterangan tersebut disampaikan Jokowi sebagai bagian dari penjelasannya mengenai riwayat pendidikan dan proses perkuliahannya di UGM.
(*)