Hunian Perlu Perhatikan Keamanan Kelistrikan

Hunian Perlu Perhatikan Keamanan Kelistrikan

Hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya-schneider electric-

Jakarta, landbank.co.id – Selain desain dan kualitas bangunan, para konsumen juga diajak memerhatikan sistem keamanan kelistrikan rumah yang andal.

“Hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya,” tutur Ahmad Saiful, BVP Home Solutions Schneider Electric Indonesia, dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Sistem hunian modern dengan keamanan kelistrikan yang mumpuni, tambah dia, termasuk yang ditampilkan oleh Schneider Electric Indonesia dalam IndoBuildTech Expo 2026, baru-baru ini.

“Dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar dan stopkontak, kami terus memahami evolusi kebutuhan hunian tersebut, termasuk di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar utama kami untuk kategori sakelar dan stopkontak,” tutur Ahmad.

Terkait keamanan kelistrikan rumah, Schneider Electric Indonesia menggulirkan inisiatif Gerakan Listrik Aman. Lewat Gerakan ini Schneider Electric menekankan peran perangkat proteksi kelistrikan seperti rangkaian produk Domae, termasuk MCB untuk melindungi penghuni rumah dari risiko arus berlebih dan korsleting, serta RCCB atau Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) untuk melindungi dari risiko sengatan listrik akibat arus bocor, serta RCBO yang menggabungkan fungsi keduanya.

BACA JUGA:Tips Memilih SPKLU di Rest Area Tol agar Pengisian Mobil Listrik Lebih Cepat

Schneider Electric juga mengajak masyarakat memahami pentingnya menggunakan produk kelistrikan asli dan berkualitas sebagai bagian dari perlindungan rumah.

Komitmen keamanan listrik tersebut diperluas melalui peluncuran Schneider Electric Electrician Academy, program peningkatan kompetensi nasional yang ditujukan bagi teknisi listrik, retailer, serta tenaga penjual toko listrik.

Dalam pelaksanaannya, Schneider Electric menggandeng PT Dana Purna Investama (DPI), perusahaan yang memberikan layanan manajemen fasilitas gedung, sebagai mitra penyedia peserta program Schneider Electric Electrician Academy.

Program ini memberikan akses pembelajaran digital mengenai praktik instalasi listrik yang aman, berkualitas, dan sesuai standar, sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi kelistrikan terkini.

BACA JUGA:Tarif Listrik Januari 2026 Resmi Tidak Berubah, Ini Daftar Lengkapnya

Melalui modul pembelajaran, webinar bulanan, kuis, dan pemantauan progres yang berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026, Schneider Electric Electrician Academy menargetkan hingga 8.000 peserta untuk memperkuat profesionalisme ekosistem kelistrikan Indonesia. Peserta juga berkesempatan memperoleh pendanaan sertifikasi kompetensi resmi dan penghargaan lainnya.

“Schneider Electric Electrician Academy merupakan bagian dari komitmen Schneider Electric untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan listrik di Indonesia,” tutur Ahmad.

Dia menegaskan, pihaknya percaya instalasi listrik yang aman tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kompetensi para profesional dan pelaku ekosistem kelistrikan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kami menyambut baik peluncuran Schneider Electric Electrician Academy sebagai inisiatif untuk meningkatkan kompetensi tenaga listrik di Indonesia,” kata Yosua Pengayoman, Chief Training PT Dana Purna Investama.

Menurut Yosua, program ini relevan dengan kebutuhan industri, terutama dalam mendukung praktik instalasi listrik yang lebih aman, andal, dan sesuai standar.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat budaya keselamatan listrik di Indonesia, serta membuka kesempatan bagi semakin banyak teknisi listrik untuk berpartisipasi dan meningkatkan kompetensi,” papar dia.

BACA JUGA:Tips Jaga Rumah Tetap Sejuk di Segala Kondisi 

Sementara itu, dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026, Schneider Electric Indonesia mengusung tema “Rumah Nyaman, Listrik Aman”.

Untuk itu Schneider Electric Indonesia berkolaborasi dengan Room.533 dan menjadikan sakelar premium AvatarOn sebagai medium ekspresi personal.

Karya Sifa Adni Qolby dari Room.533 mengajak pengunjung melihat bagaimana detail kecil di rumah seperti sakelar dapat membentuk rasa nyaman, kedekatan emosional, dan karakter sebuah hunian.

Menurut Sifa, rumah selalu terasa personal karena dibentuk oleh benda-benda kecil yang dekat dengan keseharian kita.

Dia mengatakan, setiap objek bisa menyimpan cerita, suasana, dan memori tertentu.

“Dalam kolaborasi ini, saya ingin menghadirkan rasa hangat dan familiar itu ke dalam pengalaman visual bersama Schneider Electric, termasuk melalui sakelar AvatarOn,” katanya.

Sifa menambahkan, jika furnitur, lampu, atau dekorasi bisa mencerminkan kepribadian seseorang, sakelar di dinding pun bisa menjadi bagian dari ekspresi yang membuat ruang terasa lebih hidup dan lebih personal.

BACA JUGA:Denyut Permintaan Rumah Masih Ada, Begini Kata Leads Property

Di sisi lain, AvatarOn merupakan lini sakelar premium Schneider Electric yang telah meraih iF Design Award 2017, dilengkapi dengan cover customizable yang dapat dipersonalisasi dengan warna, motif, foto, atau desain khusus melalui proses printing, serta cover interchangeable yang mudah diganti sehingga tampilan sakelar dapat diperbarui sesuai kebutuhan desain rumah.

(*)