Konsumen Ditawari PPN DTP di Metland Blanjaproperti 2026

Konsumen Ditawari PPN DTP di Metland Blanjaproperti 2026

Calon rumah tapak dapat memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen dalam program Metland Blanjaproperti 2026 -mtla-

Jakarta, landbank.co.id- Calon rumah tapak dapat memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen dalam program Metland Blanjaproperti 2026 besutan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA).

Karena itu, dalam program promosi pemasaran tersebut menawarkan rumah tapak yang sudah siap huni sesuai ketentuan PPN DTP.

“Seluruh unit yang ditawarkan merupakan hunian siap huni, sehingga konsumen dapat segera melakukan akad kredit dan menikmati hunian,” jelas Olivia Surodjo, direktur PT Metropolitan Land Tbk, Selasa, 30 Juni 2026.

PPN DTP merupakan insentif yang digulirkan oleh pemerintah untuk konsumen membeli hunian pertama mereka.

Persyaratan utama lainnya dalam memanfaatkan insentif yang berlaku hingga akhir tahun 2027 itu adalah rumah yang dibeli harus dalam kondisi siap huni.

BACA JUGA:Penjualan Rumah Metland Nyaris Rp186 Miliar, Tiga Bulan 2026

"Melalui Metland Blanjaproperti 2026, kami ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin segera memiliki hunian tanpa harus menunggu proses pembangunan,” tegas Olivia.

Olivia pernah mengatakan bahwa insentif PPN DTP memengaruhi raihan pihaknya dalam menjual produk residensial.

Dalam Metland Blanjaproperti 2026, emiten berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu tidak hanya menyediakan rumah tapak, tapi juga hunian vertikal berupa apartemen.

Sebagai daya tarik selama pameran berlangsung, Metland menghadirkan Money Blower Machine, sebuah aktivitas interaktif yang memberikan kesempatan kepada konsumen yang melakukan pemesanan unit selama periode program untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti voucher belanja, perlengkapan rumah tangga hingga Golden Ticket berupa tabungan emas senilai hingga Rp50 juta.

“Pada Metland Blanjaproperti kali ini konsumen juga dapat memanfaatkan berbagai program pembiayaan dari mitra perbankan program insentif PPN DTP yang masih berlaku," jelas Olivia.

BACA JUGA:Metland Menteng Dilengkapi Rumah Contoh Conifera

Metland Blanjaproperti 2026 didukung oleh sejumlah mitra perbankan nasional, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA), yang menghadirkan berbagai program pembiayaan menarik.

Metland Blanjaproperti 2026 menghadirkan seluruh proyek residensial yaitu Metland Menteng, Metland Cyber Puri, Metland Puri, Metland Cibitung, Metland Cikarang, Metland Kertajati, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun dan apartemen M Gold Tower serta apartemen Kaliana.

“Melalui Metland Blanjaproperti 2026, Metland berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat dalam menemukan hunian impian, sekaligus memperkuat komitmen Perseroan untuk terus menghadirkan produk properti berkualitas yang menjawab kebutuhan pasar,” tutur Olivia.

Sementara itu, Metland mengoleksi penjualan tanah dan bangunan atau penjualan rumah senilai Rp185,79 miliar pada kuartal pertama 2026.

Pada periode yang sama 2025, mengutip laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk, emiten properti berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus penjualan rumah Rp94,90 miliar.

BACA JUGA:Rebana Metropolitan Menggeliat, Metland Siapkan Produk Hunian

Torehan penjualan rumah PT Metropolitan Land Tbk dalam kedua periode itu bila disandingkan memerlihatkan pertumbuhan sekitar 96 persen. 

Melejitnya penjualan rumah itu pararel dengan optimisme manajemen Perseroan dalam melakoni tahun 2026.

“Memasuki tahun 2026, Perseroan memandang prospek usaha tetap terbuka dengan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan kawasan terintegrasi serta perkembangan aktivitas komersial dan hospitality,” urai Anhar Sudradjat, presiden direktur PT Metropolitan Land Tbk dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Para pemegang saham Metland per akhir Desember 2025 mencakup PT Metropolitan Persada Internasional sebesar 37,52 persen dan PT Ciputra Nusantara 15,00 persen.

Lalu, PT Yulie Sekuritas Tbk 7,24 persen, Iwan Putra Brasali (komisaris) 2,04 persen, Nanda Widya (komisaris) 1,06 persen, Anhar Sudrajat (presiden direktur) 0,08 persen, Olivia Surodjo (direktur) 0,04 persen, Wahyu Sulistio (direktur) 0,00 persen, Santoso (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 37,02 persen.

 

BACA JUGA:Residensial Masih Jadi Andalan Metland 

(*)