Triwulan Pertama 2026, Harga Properti Residensial Bertumbuh

Triwulan Pertama 2026, Harga Properti Residensial Bertumbuh

Selain itu, pertumbuhan harga rumah tipe besar turut mengalami perlambatan sebesar 0,06 persen (qtq) dari 0,17 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Secara spasial, perlambatan harga secara triwulanan pada triwulan I 2026 terutama bersumber dari pertumbuhan harga rumah di Pontianak dan Yogyakarta, masing-masing terkontraksi sebesar 0,74 persen (qtq) dan 0,68 persen (qtq), dari sebelumnya sebesar 0,56 persen (qtq) dan 0,18 persen (qtq) pada triwulan IV 2025.

Baca juga: Ini Harga Rumah yang Paling Digemari Konsumen 2026

Sementara itu, perkembangan harga rumah di Bandar Lampung dan Denpasar relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya.

Di sisi lain, IHPR di sejumlah kota tercatat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, terutama di Padang dan Balikpapan yang masing-masing tumbuh sebesar 1,08 persen (qtq), dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,04 persen (qtq) dan tumbuh sebesar 0,14 persen (qtq).

 

Harga yang Digemari

Sementara itu, kelompok harga rumah Rp500 juta hingga Rp1 miliar per unit menjadi yang paling digemari konsumen di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) serta Banten pada kuartal pertama 2026.

Dalam pantauan Indonesia Property Watch (IPW), dalam periode waktu itu porsi harga rumah mencapai 39,34 persen dari total rumah yang terjual.

Baca juga: Begini Harga Rumah di Beberapa Kota Pada 2025

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, IPW mencatat jumlah rumah yang terjual mencapai sebanyak 1.939 unit.

Sekalipun masih dominan, segmen harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar porsinya berkurang, mengingat pada kuartal keempat 2025 masih di angka 40,20 persen.

Kondisi sebaliknya justru dicatat oleh segmen harga kedua terbesar, yakni rentang Rp1-2 miliar yang komposisinya naik dari 30,00 persen menjadi 36,00 persen.

Bila rentang harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar turun 16,10 persen, segmen harga Rp1-2 miliar justru naik 2,9 persen pada kuartal pertam 2026.

“Pergeseran pasar masih terus terindikasi bergeser dengan konsentrasi penjualan di segmen harga Rp1-2 miliar,” dikutip dari riset IPW, Sabtu 9 Mei 2026.