Teka-Teki Penjualan Rumah 2026 Dijawab Konsultan Properti Ini

Teka-Teki Penjualan Rumah 2026 Dijawab Konsultan Properti Ini

Jakarta, landbank.co.id– Indonesia Property Watch atau IPW menyatakan bahwa pada kuartal IV 2025 penjualan rumah di Jabodebek Banten mencatat penurunan sekitar 0,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kawasan Jabodebek Banten yang diteliti konsultan properti tersebut mencakup Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, serta Tangerang dan Serang.

Mengutip data IPW, pada kuartal IV 2025, penjualan rumah di kawasan Jabodebek Banten sebanyak 2.281 unit, sedangkan pada kuartal sebelumnya mengoleksi 2.265 unit.

Pada kuartal III 2025, masih mengutip data itu, penjualan rumah di kawasan Jabodebek Banten justru mencatat pertumbuhan sebanyak 16,6 persen.

“Pasar perumahan pada triwulan akhir 2025 mengalami penurunan unit terjual sebesar 0,2 persen, namun mengalami peningkatan pertumbuhan nilai penjualan sebesar 6,4 persen,” dikutip dari riset IPW, Jumat 23 Januari 2026.

Baca juga: Keluarga Muda Menjadi Incaran Klaster IZZI

Nilai penjualan rumah di Jabodebek Banten pada kuartal IV 2025 tercatat senilai Rp2,33 triliun, sedangkan pada kuartal III 2025 sekitar Rp2,19 triliun.

Sepanjang tahun 2025, data IPW memerlihatkan bahwa penjualan rumah di kawasan Jabodebek Banten mencapai sebanyak 8.371 unit dengan nilai sekitar Rp8,63 triliun.

“Sesuai prediksi Indonesia Property Watch, pertumbuhan pasar perumahan pada 2025 lebih rendah 7,8 persen dibandingkan tahun 2024, berdasarkan jumlah unit terjual. Kondisi ini juga lebih rendah dibandingkan saat pandemi tahun 2021,” dilansir riset tersebut.

Nilai penjualan tahun 2025 turun 6,1 persen dibandingkan tahun 2024. Segmentasi pasar terkonsentrasi di segmen menengah seiring melambatnya penjualan di segmen atas.

Baca juga: Ini Faktor yang Membuat Industri Properti Bangkit Pada 2026

Dari sisi segmen harga rumah, dikutip dari riset itu, segmentasi pasar perumahan sepanjang tahun 2025 terus bergeser ke segmen harga di kisaran Rp500 juta  hingga Rp2 miliar, khususnya terkonsentrasi di harga berkisar Rp1-2 miliar per unit.

 

Tahun 2026