Pemanfaatan Dana Internal Pengembang Kian Membesar
Perkembangan ini dipengaruhi oleh penjualan rumah tipe kecil yang tumbuh 6,70 persen (yoy), melambat dari 23,75 prsen pada triwulan sebelumnya.
Baca juga: Penjualan Rumah di Jabodebek-Banten Sentuh Rp4,11 Triliun
Selain itu, masih mengutip data SHPR BI triwulan kedua 2025, penjualan rumah tipe besar terkontraksi 14,95 persen (yoy).
Di sisi lain, penjualan rumah tipe menengah terkontraksi sebesar 17,69 persen (yoy), meskipun tidak sedalam triwulan sebelumnya yang terkontraksi 35,76 persen (yoy).
“Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,80 persen (yoy), setelah tumbuh sebesar 0,73 persen (yoy) pada triwulan I 2025,” jelas Ramdan Denny Prakoso.
Terpisah, sepanjang Kuartal II/2025, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp6,39 triliun, terkoreksi 13,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan unit rumah, lot tanah dan strata title tetap menjadi sumber utama pendapatan, yakni Rp5,55 triliun atau 86,81 persen dari total pendapatan usaha.
Kontribusi lainnya berasal dari pendapatan sewa sebesar Rp498,82 miliar (7,81 persen) dan Pengelolaan gedung senilai Rp189,38 miliar (2,96 persen).
Baca juga: Pengembang Lebih Gemar Pakai Dana Internal
Laba usaha tercatat sebesar Rp1,81 triliun, sementara laba kotor mencapai Rp4,06 triliun, mengalami penyesuaian sebesar 16,55 persen dari Kuartal II/2024. Meski terjadi penurunan dari periode sebelumnya (Rp2,33 triliun), BSDE tetap berhasil mencetak laba bersih Rp1,29 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kokoh.
“Kinerja positif ini terutama ditopang oleh keberhasilan proyek-proyek residensial dan komersial kami yang terus menjadi motor utama pertumbuhan di Kuartal II – 2025,” kata Direktur BSDE Hermawan Wijaya.
(*)