Penjualan Apartemen Agung Podomoro Melejit 187 Persen
Pada kuartal pertama 2025, APLN mampu memangkas kerugian, yakni dari Rp126,49 miliar menjadi Rp62,08 miliar.
Sementara itu, aset APLN tercatat sebesar Rp25,83 triliun per akhir Maret 2025, turun bila dibandingkan dengan per akhir Desember 2024 yang senilai Rp26,11 triliun.
Untuk liabilitas, APLN juga mencatat penurunan dari Rp12,33 triliun per akhir Desember 2024 menjadi Rp12,11 triliun pada kuartal pertama 2025.
Hal serupa terjadi di lini ekuitas. Ekuitas APLN turun tipis dari Rp13,78 triliun menjadi Rp13,72 triliun per akhir Maret 2025.
Pada 2024, APLN mengembangkan sejumlah proyek properti yang tersebar di berbagai kota Indonesia, antara lain, Parkland Podomoro Karawang, Podomoro Park Bandung, dan Bukit Podomoro Jakarta.
Lalu, Pakubuwono Sping, Podomoro Golf View, Podomoro City Deli Medan, Grand Taruma, dan Vimala Hills.
Podomoro Park Bandung, Jawa Barat termasuk pengembangan yang menempati areal cukup luas di antara proyek-proyek milik APLN pada 2024, yakni seluass 115 hektare (ha).
Sebaliknya, Bukit Podomoro Jakarta yang mencakup rumah tapak dan rumah toko menempati areal paling kecil, yakni berdiri di atas lahan seluas 9,7 ha.
Baca juga: Penjualan Rumah APLN Naik 8 Persen
Terkait bisnis hotel, APLN mengandalkan Pullman Grand Central, Indigo Seminyak, Ibis Styles Grand Central, Amaris Thamrin City, Harris Festival Citylink, Pop Festival Citylink, dan 101 Kelapa Gading.
Satu hotel milik APLN, yakni Pullman Vimala Hills di Bogor, Jawa Barat telah dilepas pada 2024.
Saat ini, hotel berkapasitas terbesar milik APLN adalah Pullman Grand Central, yakni 279 kamar, sedangkan 101 Kelapa Gading merupakan yang terkecil, yakni 170 kamar.
Sementara itu, di lini bisnis mal, APLN mengusung Deli Park Medan, Emporium Pluit, Kuningan City, Baywalk, Festival Citylink, dan Plaza Balikpapan.