Radar Colliers Menangkap Tren Permintaan Gedung Hijau

Permintaan terhadap gedung bersertifikasi hijau diproyeksikan semakin meningkat, seiring kepatuhan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG)/foto: capture colliers

Colliers Indonesia merekomendasikan agar penyewa mengadopsi strategi tempat kerja yang disesuaikan dan berbasis data untuk mengevaluasi pola kerja, tingkat utilisasi, dan kebutuhan karyawan.

Konsultan properti itu juga menegaskan bahwa dengan mendasarkan keputusan pada metrik ESG yang terukur dan wawasan organisasi yang nyata, bisnis dapat menciptakan solusi ruang kerja yang tangguh guna mendukung kinerja, ekuitas merek, dan pertumbuhan jangka panjang.

Bacaan Lainnya

 

Okupansi Gedung Hijau

Sementara itu, tingkat hunian rata-rata okupansi gedung perkantoran bersertifikat hijau (green office) menyentuh level 79,4 persen pada semester pertama 2025.

“Tingkat hunian dan harga sewa green office lebih tinggi dibandingkan dengan non-green office,” tutur Syarifah Syaukat, senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mewujudkan Green Office dengan Dukungan Teknologi Cerdas

Dia menambahkan, rerata keterisian ruang green office saat ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Mengutip data Knight Frank Indonesia, saat ini, stok green office di pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta mencapai 2,7 juta meter persegi (m2).

Dia menerangkan, gedung perkantoran premium grade A dengan layanan terbaik di CBD Jakarta hampir seluruhnya telah bersertifikat hijau.

“Lebih dari 50 persen gedung perkantoran grade A telah sertifikat hijau. Lalu, untuk grade B sebanyak 6 persen dan grade C sekitar 1 persen,” terang Syariah Syaukat.

Pembangunan berkelanjutan telah menjadi instrumen penting dalam transaksi sewa perkantoran di CBD Jakarta.

“Pertumbuhan ruang perkantoran gedung bersertifikat hijau di CBD Jakarta cukup progresif selama lima tahun terakhir, di mana hampir semua gedung perkantoran kelas premium kini telah bersertifikat hijau,” tutur Syarifah.

Baca juga: Willson Kalip: Green Building Diferensiasi Penting Gedung Perkantoran

Syarifah menerangkan, sebagian besar gedung perkantoran baru yang memasuki pasar telah bersertifikat hijau,sementara itu saat ini baru sekitar 37 persen gedung perkantoran yang disewa di CBD Jakarta telah mencapai status ini.

 

 

(*)

Pos terkait