Pendapatan Sewa Pusat Perbelanjaan MKPI Menggeliat

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) mencatat pertumbuhan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sekitar 3 persen pada 2025 dibandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: landbank.co.id

Sebaliknya, penyumbang keempat terbesar, yakni penjualan tanah dan bangunan justru membukukan penurunan sekitar 3 persen, yakni dari Rp202,44 miliar menjadi Rp195,67 miliar.

Segmen penjualan tanah dan bangunan yang mencakup apartemen dan kaveling itu menyumbang sekitar 8 persen terhadap total pendapatan MKPI tahun 2025.

Bacaan Lainnya

“Penjualan tanah dan bangunan sebagian besar merupakan penjualan apartemen Pondok Indah Residence, M-Terrace, Albasia, Villa Anggrek, Town House Tanah Ara tahun 2025 dan 2024,” dikutip dari laporan keuangan MKPI tahun 2025.

Baca juga: Pemilik Mal Pondok Indah Cetak Rekor Laba Bersih

Pada 2025, total pendapatan MKPI tumbuh sekitar 5 persen bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya, yakni dari Rp2,48 triliun menjadi Rp2,60 triliun.

“Pendapatan ini berasal dari penyewaan properti komersial, yang merupakan pendapatan utama Perusahaan, serta dari bisnis perhotelan, pengakuan penjualan tanah dan bangunan (apartemen dan kaveling),” jelas manajemen MKPI dikutip dari materi paparan publik, baru-baru ini.

 

Laba Bersih Naik

Menurut manajemen MKPI, laba usaha pada 2025 mengalami kenaikan sekitar 13 persen menjadi Rp 1,18 triliun dari sebelumnya Rp 1,04 triliun tahun 2024.

Marjin laba usaha pada 2025 naik sekitar 3 persen menjadi kurang lebih 45 persen dari sebelumnya yang sekitar 42 pada 2024.

Baca juga: Pekan Depan, MKPI Guyur Dividen Tunai Rp690,28 Miliar

Laba bersih MKPI pada naik sekitar 13 persen menjadi Rp 1,12 triliun dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp986 miliar.

Marjin laba bersih MKPI ittu mengalami kenaikan sebesar 3 persen menjadi sekitar 43 persen dari sebelumnya yang sebesar 40 persen pada 2024.

Sementara itu, jumlah aset MKPI pada akhir 2025 tercatat meningkat disandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp8,94 triliun menjadi Rp9,46 triliun.

Hal serupa terlihat di lini liabilitas, yaitu menjadi Rp1,70 triliun pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya masih di angka Rp1,61 triliun.

Baca juga: Bisnis Mal Metropolitan Kentjana Kinclong

Sebaliknya, ekuitas MKPI bertumbuh menjadi Rp7,76 triliun pada 2025 dibandingkan sebesar Rp7,33 triliun tahun 2024.

Para pemegang saham MKPI per akhir Desember 2025 terdiri atas PT Karuna Paramita Propertindo sebesar 47,46 persen, PT Apratima Sejahtera 7,89 persen, PT Dwitunggal Permata 7,86 persen dan PT Penta Cosmopolitan 7,49 persen.

Lalu, PT Buditama Nirwana 7,15 persen, Medya Lengkey S sebanyak 2,62 persen, Soekrisman 2,62 persen, Iwan Putra Brasali 0,36 persen, dan masyarakat 16,55 persen.

 

(*)

Pos terkait