Pendapatan Sewa Gudang Mega Manunggal Property Bertumbuh

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) meraih pertumbuhan pendapatan sekitar 4 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: capture mmlp

Jakarta, landbank.co.id– PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) meraih pertumbuhan pendapatan sekitar 4 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan PT Mega Manunggal Property Tbk, emiten berkode saham ini membukukan pendapatan Rp355,66 miliar pada 2025.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, tahun 2024, pendapatan PT Mega Manunggal Property Tbk masih berada di level sekitar Rp343,32 miliar.

Mayoritas pendapatan Perusahaan yang didirikan pada 2010 itu bersumber dari sewa kantor dan gudang, yakni sebesar Rp317,49 miliar atau sekitar 89 persen dari total pendapatan tahun 2025.

Setahun sebelumnya, kontribusi sewa kantor dan gudang juga menyentuh sekitar 89 persen dengan torehan Rp304,62 miliar.

Baca juga: Realisasi Investasi Sektor Properti Sentuh Rp681,7 Triliun

Bila dibandingkan, pendapatan sewa kantor dan gudang tahun 2025 dengan 2024, terlihat ada kenaikan sekitar 4 persen.

Penyumbang kedua terbesar bagi MMLP pada 2025 adalah lini usaha utilitas yang tercatat sebesar Rp18,77 miliar atau setara sekitar 5 persen.

Kontributor lainnya adalah jasa penasihat dana strategis Rp7,00 miliar sekitar 5 persen. Dua lini usaha lainnya menyumbang di bawah 1 persen, yakni sewa peralatan Rp3,49 miliar dan pendapatan lain-lain Rp2,36.

Tahun 2025, laba bersih MMLP tercatat senilai Rp63,20 miliar, lebih rendah sekitar 74 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebesar Rp241,84 miliar.

Pada 2025, jumlah aset MMLP terlihat naik tipis dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp6,50 triliun menjadi Rp6,62 triliun.

Baca juga: Kebijakan Akuisisi Membuat Laba Bersih Properti Astra Solid

Begitu juga liabilitas, turun menjadi Rp1,83 triliun pada 2025 disandingkan dengan Rp1,70 triliun tahun 2024.

Penurunan tipis juga terlihat di ekuitas. Per akhir 2025, ekuitas MMLP sekitar Rp4,78 triliun, sedangkan setahun sebelumnya sekitar Rp4,79 triliun.

Pos terkait