Jakarta, landbank.co.id– Pendapatan properti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik tipis sekitar 1 persen pada periode Januari-September 2025 disandingkan periode yang sama 2024.
Mengutip laporan keuangan PT Barito Pacific Tbk, per akhir Maret 2025, pendapatan properti emiten berkode saham BRPT itu sekitar US$7,08 juta.
Sebaliknya, pada sembilan bulan 2024, pendapatan properti PT Barito Pacific Tbk tercatat senilai US$7,03 juta.
Bila dikonversi dengan kurs Rp16 ribu per dolar Amerika Serikat, pendapatan properti Barito pada sembilan bulan 2025 dan 2024 setara masing-masing Rp113,31 miliar dan Rp112,60 miliar.
Sekalipun pendapatan properti naik tipis, di sisi laba, justru terjadi kondisi sebaliknya. Per akhir September 2025, laba sebelum pajak lini properti Barito anjlok sekitar 51 persen bila dibandingkan periode sama 2024.
Merujuk laporan keuangan Barito, per akhir September 2025, laba sebelum pajak lini properti sekitar US$2,63 juta, sedangkan pada periode sama 2024 sebesar US$5,41 juta.
Baca juga: Mengintip Bisnis Properti Barito Pacific
Bila dikonversi dengan kurs Rp16 per dolar AS, laba sebelum pajak lini properti Barito sepanjang sembilan bulan 2025 dan 2024 masing-masing sekitar Rp42,17 miliar dan Rp85,57 miliar.
Bisnis properti merupakan salah satu dari empat sumber pendapatan Barito sepanjang periode Januari-September 2025.
Pendapatan terbesar Barito masih berasal dari bisnis petrokimia, yakni US$5,10 miliar, sedangkan segmen energi dan sumber daya menjadi kontributor kedua terbesar, yaitu US$457,39 juta.
Lini keempat pemasukan Barito, yaitu pendapatan lainnya menyumbang sebesar US$254 ribu per akhir September 2025.
Baca juga: BREN Beberkan Rahasia Bisa Raih Rp2,55 Triliun, Kuartal I/2025
Menurut Agus Pangestu, direktur utama Barito Pacific, per akhir September 2025, total pendapatan BRPT mencapai US$5,56 miliar, meningkat signifikan sebesar 232 persen dibandingkan dengan periode yang tahun sebelumnya.





