Anugerah Emitennews Capital Market Merefleksikan Fundamental GPRA

Anugerah Emitennews Capital Market Merefleksikan Fundamental GPRA

PT Perdanagapura Prima Tbk (GPRA) menilai bahwa Emitennews Capital Market Excellence Awards 2026 memiliki makna strategis yang mencerminkan fundamental Perseroan-landbank.id-gpra

Kinerja kuartal II 2026 (quarter on quarter/QoQ) menunjukkan akselerasi yang signifikan. Penjualan bersih kuartal II 2026 mencapai Rp121,9 miliar, tumbuh 32,3 persen dibandingkan kuartal II 2025 dan 50,6 persen dibandingkan kuartal I 2026. 

BACA JUGA:GPRA Incar Pertumbuhan 10 Persen

Kemudian, laba bruto naik 37,1 persen (year on year/yoy) menjadi Rp63,8 miliar, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp24,2 miliar, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Rp7,8 miliar pada kuartal II 2025. Penerimaan kas dari pelanggan pada kuartal II 2026 turut meningkat 9,8 persen (yoy) menjadi Rp91,9 miliar.

Portofolio pendapatan Perseroan juga semakin terdiversifikasi. Penjualan segmen apartemen, perkantoran, dan pusat perbelanjaan tumbuh 38,8 persen (yoy) menjadi Rp75,3 miliar, sehingga kontribusinya terhadap total penjualan bersih meningkat menjadi 37,1 persen dari 24,1 persen pada semester pertama 2025. Pendapatan sewa turut naik 87,6 persen (yoy) menjadi Rp5,3 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, per 30 Juni 2026 Perseroan mencatatkan total aset Rp1,99 triliun dan total ekuitas Rp1,5 triliun. 

Penurunan utang bank sebesar 8,8 persen sejak akhir 2025 membawa rasio total liabilitas terhadap ekuitas membaik menjadi 0,33 kali, dari 0,38 kali pada akhir 2025 dan 0,44 kali pada akhir 2024.

BACA JUGA:Ini yang Bikin GPRA Pecahkan Rekor Laba Bersih

Sementara itu, GPRA menilai bahwa industri properti nasional menghadapi tantangan yang tidak ringan sepanjang 2026. 

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di pasar primer terkontraksi 25,67 persen (yoy) pada triwulan I 2026, sebelum membaik menjadi kontraksi 2,36 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Kenaikan BI-Rate ke level 5,75 persen pada Juni 2026, tekanan nilai tukar rupiah, serta daya beli yang belum sepenuhnya pulih membuat konsumen semakin selektif dalam mengambil keputusan pembelian.

Menyikapi dinamika tersebut, Perseroan menjalankan empat pilar strategi, yaitu pertama, produk yang tepat sasaran. Perseroan memprioritaskan pengembangan hunian bagi pengguna akhir (end-user), antara lain klaster-klaster segmen menengah di Bukit Cimanggu City (Bogor), Cluster Orchid di Metro Cilegon (Banten), The Botanica Cibubur, The Botanica Signature Padjadjaran (Bogor), serta Puri Semanan Residence (Jakarta Barat), sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk mendukung daya beli konsumen.

Kedua, peluncuran selektif dan optimalisasi persediaan. Waktu peluncuran proyek dan klaster baru disesuaikan dengan kondisi permintaan, disertai optimalisasi persediaan yang telah tersedia agar perputaran aset dan arus kas tetap terjaga.

BACA JUGA:SHPR BI Terbaru yang Perlu Diketahui Developer, Ada Soal Properti Jabodetabek

Ketiga, penguatan pendapatan berulang (recurring income). Perseroan terus mengembangkan bisnis hospitality di bawah merek Nemuru, antara lain Nemuru Grand Bhuvana Ciawi dan Nemuru The Bellezza Suites, serta mengoptimalkan aset komersialnya. Pada semester I 2026, pendapatan dari apartemen servis dan sewa mencapai Rp41,9 miliar atau 20,7% dari total penjualan bersih.

Keempat, struktur permodalan yang prudent. Perseroan memprioritaskan penurunan utang berbunga serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung ekspansi secara selektif dan terukur.

“Kami memandang 2026 sebagai tahun yang menuntut kehati-hatian. Karena itu, fokus kami adalah menjaga kualitas arus kas, menurunkan beban utang, dan memastikan setiap peluncuran proyek didukung oleh permintaan yang riil. Dengan neraca yang sehat dan momentum yang terbangun sejak kuartal II, kami optimistis kinerja semester II 2026 akan lebih baik dibandingkan semester I,” ujar Arvin Fibrianto Iskandar, Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk.