Dupoin Futures Proyeksikan Harga Emas Masih Bullish, Target XAU/USD ke 4.592
Ilustrasi emas batangan.--istockphoto.com
Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAU/USD diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.
Dupoin Futures menilai tren bullish harga emas masih cukup kuat, didukung indikator teknikal positif serta meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, mengatakan selama belum terdapat sinyal teknikal yang menunjukkan pembalikan arah, peluang harga emas untuk melanjutkan reli masih terbuka.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan XAU/USD pada grafik harian atau time frame Daily masih menunjukkan dominasi buyer. Tren utama juga masih bergerak ke atas dengan target penguatan berikutnya berada di area resistance 4.484 hingga 4.592.
"Selama belum muncul sinyal teknikal yang mengindikasikan pembalikan arah, peluang emas (XAUUSD) untuk melanjutkan reli masih cukup besar,” ujar Geraldo dalam analisisnya yang dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Geraldo menjelaskan, salah satu indikator yang memperkuat proyeksi bullish tersebut adalah Stochastic. Indikator tersebut masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan.
"Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan beli masih lebih dominan dibandingkan tekanan jual. Selama momentum tersebut bertahan, harga emas masih memiliki ruang untuk mencetak level yang lebih tinggi," terangnya.
Ia menilai dominasi buyer juga tercermin dari struktur harga yang masih mempertahankan tren kenaikan secara konsisten.
Meski demikian, Geraldo mengingatkan bahwa tren bullish tetap dapat disertai koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung atau profit taking. Pelemahan tersebut diperkirakan masih bersifat sementara selama struktur tren utama belum mengalami perubahan.
Selain faktor teknikal, prospek harga emas juga mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Geraldo menyampaikan, ketidakpastian situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian investor global.
"Selat tersebut merupakan salah satu jalur penting dalam distribusi energi dunia. Potensi gangguan terhadap arus perdagangan energi dapat meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar dan mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas," ujarnya.
Kondisi tersebut berpotensi menjaga permintaan terhadap emas, terutama apabila ketidakpastian geopolitik terus meningkat.
Investor Mulai Terpengaruh FOMO
Dupoin Futures juga melihat adanya fenomena fear of missing out (FOMO) di pasar emas.
Setelah harga XAU/USD mencatat level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, sebagian investor mulai masuk ke pasar untuk mengejar peluang kenaikan lanjutan.
Arus pembelian tersebut berpotensi memberikan tambahan dorongan terhadap momentum bullish. Namun, masuknya investor ketika harga sudah berada di level tinggi juga dapat meningkatkan risiko volatilitas apabila aksi ambil untung terjadi secara bersamaan.
Selain FOMO, permintaan fisik emas dari China turut menjadi salah satu faktor yang menopang prospek harga.
Sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, peningkatan pembelian dari China dinilai dapat memberikan dukungan terhadap keseimbangan permintaan emas global.
Menurut Dupoin Futures, tingginya permintaan dari pasar Asia berpotensi membantu harga emas tetap berada dalam tren positif, terutama ketika bersamaan dengan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.
Data CPI AS Jadi Katalis Harga Emas
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat.
Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.
Apabila inflasi AS menunjukkan perlambatan, pasar berpotensi semakin memperkirakan adanya ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga.
Skenario tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi emas karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah berpotensi menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Sebaliknya, apabila inflasi masih tinggi atau berada di atas ekspektasi pasar, dolar AS berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat menjadi tekanan bagi harga emas dalam jangka pendek.
Harga Emas Diproyeksikan Menuju 4.592
Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai peluang penguatan harga emas masih lebih dominan.
Dominasi buyer, indikator Stochastic yang masih positif, meningkatnya permintaan safe haven, ketidakpastian geopolitik, fenomena FOMO, serta permintaan emas dari China menjadi sejumlah faktor yang menopang prospek XAU/USD.
Secara teknikal, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas memiliki peluang bergerak menuju area resistance 4.484 hingga 4.592.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai peningkatan volatilitas, terutama menjelang rilis data inflasi AS. Koreksi jangka pendek tetap berpotensi terjadi apabila investor melakukan aksi ambil untung.
Selama tidak terdapat perubahan sentimen yang signifikan maupun sinyal teknikal pembalikan arah, struktur harga emas dinilai masih berada dalam tren bullish dan berpeluang melanjutkan penguatan pada beberapa sesi perdagangan mendatang.
(*)