Adhi Commuter Properti Percepat Arus Kas Masuk
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menggulirkan sejumlah strategi di tengah kondisi sektor properti yang masih dalam tekanan-landbank.id-
Jakarta, landbank.id- PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menggulirkan sejumlah strategi di tengah kondisi sektor properti yang masih dalam tekanan.
Salah satu strategi itu adalah mempercepat arus kas masuk sehingga memerkuat likuiditas emiten berkode saham ADCP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.
“Fokus strategi usaha Perseroan saat ini adalah mempercepat arus kas masuk (cash in) guna memperkuat likuiditas, sekaligus menerapkan efisiensi terhadap arus kas keluar (cash out) agar penggunaan dana menjadi lebih optimal,” urai Achmad Wachid Abdullah, direktur keuangan PT Adhi Commuter Properti Tbk dalam keterangan tertulis kepada BEI, dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
Dia menambahkan, Perseroan juga sedang melakukan restrukturisasi atau reprofiling kewajiban keuangan kepada para kreditur.
Implementasi strategi ini dilakukan melalui optimalisasi alokasi sumber daya, baik tenaga kerja, material, maupun pendanaan, secara terarah untuk menjaga kelancaran dan pencapaian target penyelesaian proyek.
Di sisi keuangan, Perseroan juga mengoptimalkan penjualan unit ready stock sebagai upaya mempercepat penerimaan kas sehingga dapat mendukung kebutuhan likuiditas dan pembiayaan operasional.
Selain memberikan dampak langsung terhadap operasional dan kondisi keuangan Perseroan, strategi tersebut juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, antara lain meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat reputasi Perseroan di mata para pemangku kepentingan.
BACA JUGA:ADCP Kumpulkan Pemegang Obligasi Awal Maret 2026
Di samping itu, peningkatan arus kas dari kegiatan operasional diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Perseroan pada pendanaan eksternal, sehingga secara bertahap mendukung perbaikan struktur permodalan dan memperkuat keberlanjutan usaha.
Menurut Achmad, kini, pihaknya akan memprioritaskan strategi pemasaran dan penjualan pada unit-unit ready stock yang telah tersedia, mengingat produk tersebut dinilai lebih mudah diserap pasar karena dapat langsung dihuni atau digunakan oleh konsumen tanpa harus menunggu proses pembangunan.
Strategi ini juga bertujuan untuk mempercepat perolehan arus kas dari hasil penjualan, sehingga dapat mendukung kelancaran kegiatan operasional Perseroan secara keseluruhan.
Di bagian lain, tambah dia, Perseroan memprioritaskan penyelesaian AJB dari Bank setelah terlaksananya penandatanganan AJB. Hal tersebut dapat mendukung penerimaan Perseroan untuk penyelesaian proyek ke depan.
Terkait proyek, Perseroan akan berupaya untuk menyelesaikan proyek-proyek yang saat ini sedang berjalan secara selektif.
Penyelesaian proyek ini juga menjadi landasan bagi keberlanjutan kinerja Perseroan dalam jangka pendek hingga menengah, serta diharapkan dapat menjaga kepercayaan konsumen.
Strategi pengembangan Perseroan ke depan difokuskan pada prioritas penyelesaian proyek-proyek yang memiliki potensi menghasilkan arus kas masuk (cash in) dalam jangka pendek dengan kebutuhan biaya penyelesaian (cost to complete) yang relatif kecil.
BACA JUGA:Pendapatan Bisnis Hotel ADCP Tembus Rp87 Miliar
Strategi ini diharapkan dapat mempercepat monetisasi aset, meningkatkan efisiensi penggunaan dana, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya pada proyek yang memberikan kontribusi langsung terhadap likuiditas Perseroan.
“Dengan demikian, Perseroan dapat memperkuat kondisi keuangan dan menjaga keberlanjutan operasional,” jelas Achmad.
Di bagian lain, Perseroan akan bekerja sama dengan mitra strategis, baik dari sisi pendanaan proyek atau pekerjaan konstruksi, guna menyelesaikan proyek-proyek yang saat ini sedang berjalan, sehingga dapat merealisasikan serah terima kepada konsumen, merealisasikan pendapatan bagi Perseroan dan akan memberikan nilai tambah bagi kawasan properti.
Manajemen ADCP juga menguraikan bahwa terdapat beberapa faktor yang berpotensi mempengaruhi pelaksanaan strategi Perseroan, yakni kondisi ekonomi makro yang mendorong suku bunga (KPR dan KPA) agar lebih rendah sehingga mampu mendukung daya beli segmen menengah yang membutuhkan unit hunian yang mengandalkan cara bayar KPR/KPA.
Lalu, kondisi pasar properti nasional, termasuk tingkat persaingan usaha, tren preferensi konsumen, serta perkembangan sektor properti secara umum.
BACA JUGA:ADCP akan Maksimalkan Recurring Income
Faktor lainnya adalah kelanjutan kebijakan Pemerintah khususnya terkait perpajakan properti, subsidi perumahan, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), maupun ketentuan perbankan terkait kredit pemilikan properti.
Selain itu, factor ketersediaan dukungan pendanaan dalam mendukung penyelesaian proyek tepat waktu. Mengingat kondisi global dan kenaikan kurs yang terjadi saat ini, sehingga proses negosiasi dengan kontraktor saat ini sangat dipengaruhi oleh harga-harga material konstruksi yang fluktuatif.
Jurus Mengatasi Kendala
Sementara itu, dalam merealisasikan strategi usaha yang telah direncanakan, Perseroan menghadapi sejumlah kendala, baik yang berasal dari faktor eksternal maupun internal, antara lain sebagai berikut:
1. Kondisi Pasar Properti yang Belum Optimal
Pasar properti nasional masih dipengaruhi oleh tingginya suku bunga, daya beli masyarakat, serta sentimen investor properti yang masih belum pulih. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat serapan penjualan Perseroan yang belum sesuai ekspektasi.
2. Tantangan Pembiayaan Konsumen
Persetujuan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) semakin selektif akibat tingginya rasio Debt Burden Ratio (DBR), riwayat kredit calon konsumen, serta ketatnya kebijakan perbankan, sehingga mempengaruhi tingkat konversi penjualan menjadi kas.
BACA JUGA:Pendapatan Sewa ADCP Mulai Unjuk Suara
3. Keterbatasan Likuiditas Perseroan
Rendahnya penerimaan dari penjualan, di tengah kewajiban keuangan yang cukup besar, menyebabkan ruang likuiditas Perseroan menjadi terbatas dan berdampak pada kemampuan pendanaan proyek
4. Pendanaan Penyelesaian Proyek
Sebagian proyek masih berada dalam tahap pembangunan, sementara kebutuhan pendanaan konstruksi memerlukan skema yang lebih fleksibel antara kebutuhan kontraktor dengan rencana arus kas Perseroan.
5. Peningkatan Biaya Konstruksi
Kenaikan harga material, peralatan konstruksi, biaya logistik, serta pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat meningkatkan biaya pembangunan proyek Perseroan.
6. Reputasi dan Kepercayaan Pasar
Penyesuaian jadwal penyelesaian sejumlah proyek turut mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen dan dukungan fasilitas perbankan terhadap Perseroan.
7. Dampak terhadap Operasional Proyek
Keterbatasan pendanaan mempengaruhi tahapan penyelesaian konstruksi, sehingga Perseroan lebih selektif dalam menentukan penyelesaian proyek sesuai dengan kemampuan arus kas Perseroan.
BACA JUGA:Disuntik Dana oleh Induk, ADCP: Biayai Proyek Penting
Untuk mengatasi kendala tersebut, Perseroan telah, sedang, dan akan terus melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
1. Melakukan penyesuaian strategi pemasaran, termasuk optimalisasi penjualan unit ready stock, penyempurnaan skema pembayaran, serta program promosi yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar.
2. Menerapkan pengelolaan arus kas secara disiplin dan efisiensi biaya operasional dengan memprioritaskan pendanaan bagi proyek-proyek selektif.
3. Memperkuat koordinasi dengan kontraktor dan mitra kerja guna menjaga kelangsungan pembangunan, serta
menyesuaikan skema pelaksanaan proyek dengan kondisi pendanaan Perseroan.
4. Menjajaki kerja sama dengan mitra strategis, termasuk melalui skema turnkey dan bentuk kerja sama lainnya, untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek.
5. Melakukan optimalisasi aset lahan, serta kerja sama pemanfaatan lahan dengan investor yang memiliki pengalaman.
6. Memperkuat hubungan dengan Lembaga perbankan melalui penyelesaian kewajiban secara bertahap dan peningkatan profil kredit Perseroan guna mendukung akses pembiayaan di masa mendatang.
BACA JUGA:ADCP Geser Jatuh Tempo Obligasi
7. Mengoptimalkan pemanfaatan kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti, termasuk insentif PPN DTP, guna meningkatkan daya tarik produk Perseroan dan mempercepat penjualan.
(*)