Harga Emas Hari Ini, Analis: Resistance US$3.355

Harga Emas Hari Ini, Analis: Resistance US$3.355

Secara fundamental, data Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada bulan Juni menunjukkan laju inflasi pabrik melambat dari 2,6 persen menjadi 2,3 persen secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar.

Sementara itu, angka inflasi konsumen terbaru masih mencatat kenaikan mendekati 3 persen, jauh melampaui target 2 persen The Fed.

Penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level 4,45 persen turut memperkuat daya tarik emas, karena semakin menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa kupon.

Probabilitas pasar uang menunjukkan 95 persen kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang, dengan hanya 5 persen peluang pemangkasan 25 basis poin.

Investor memproyeksikan total pemangkasan suku bunga tidak akan melebihi 50 basis poin hingga akhir tahun.

Menurut Andy Nugraha, ekspektasi kehati-hatian The Fed akan menjadi salah satu pilar yang menopang harga emas jangka menengah.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Usai Trump Mengumumkan Tarif Impor

Di luar ranah moneter, kebijakan perdagangan Trump kembali mencuri perhatian. Presiden AS mengumumkan kesepakatan tarif baru dengan India menetapkan bea masuk 19 persen bagi impor India, sementara barang-barang Amerika diperdagangkan bebas tarif serta rencana surat tarif kepada Jepang. Ketidakpastian dalam negosiasi dagang ini membuat emas kembali dilirik sebagai aset perlindungan nilai.

Secara keseluruhan, kombinasi antara gejolak politik AS, sinyal teknikal yang mendukung, dan dinamika inflasi serta kebijakan suku bunga The Fed menegaskan momentum bullish pada XAU/USD. Dengan rentang pergerakan kunci di antara US$3.322 untuk support dan US$3.355 untuk resistance, para pelaku pasar diimbau untuk memantau perkembangan komentar pejabat The Fed dan data inflasi AS guna menyusun strategi trading yang tepat.

 

(*)