BTN Siap Merogoh Kocek Nyaris Rp1,6 Triliun buat Bayar Utang Obligasi
KPR subsidi tumbuh 7,6 persen yoy menjadi Rp179,70 triliun, sedangkan KPR nonsubsidi naik 8,1 persen yoy menjadi Rp106,80 triliun.
Baca juga: Begini Syarat Dapat Rumah Subsidi Nakes, BTN: Siap Salurkan 30 Ribu Unit
Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian, terutama dari kelompok aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, guru, jurnalis, TNI/Polri, serta tenaga kerja informal.
Di sisi lain, BTN mencatat pertumbuhan 9,5 persen yoy di segmen kredit bermargin tinggi (high-yield loans) seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Ringan (KRING), dengan total penyaluran mencapai Rp16,4 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN naik 7,5 persen yoy menjadi Rp384,70 triliun, dengan kontribusi dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) meningkat 10,1 persen yoy menjadi Rp196,67 triliun.
CASA kini menyumbang 51,1 persen terhadap total DPK BTN, naik dari 49,9% tahun sebelumnya, yang turut menurunkan biaya dana ke level 4,0 persen.
Kerja Sama Qatar
Sementara itu, BTN juga menyiapkan peningkatan kredit melalui kemitraan strategis bersama AlQilaa International Group asal Qatar, dengan target pembangunan satu juta rumah di Indonesia.
Tahap awal proyek ini mencakup pembangunan 100.000 unit, yang merupakan kelanjutan kerja sama yang telah disepakati antara Presiden Prabowo Subianto dan Kerajaan Qatar pada Januari 2025.
“Kami percaya proyek hunian berskala besar ini akan memperkuat ekosistem perumahan nasional dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” kata Nixon.
(*)