BTN Siapkan 30.000 Rumah Subsidi Lewat KPR Recycle

BTN Siapkan 30.000 Rumah Subsidi Lewat KPR Recycle

BTN menyiapkan 30.000 rumah melalui KPR Recycle dan mengembangkan Home Power untuk memperluas akses pembiayaan hunian dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.--BTN

BACA JUGA:BTN Bidik MBR Lewat KPR Subsidi Tenor 40 Tahun

Menteri yang akrab disapa Ara tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).

“Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan,” katanya.

Selain melalui penyaluran KPR subsidi dengan skema FLPP, BTN juga mengoptimalkan KPP untuk memperkuat pembiayaan sektor perumahan, baik dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand).

Berdasarkan data penyaluran yang telah dipublikasikan sebelumnya, BTN telah menyalurkan KPP secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun.

BACA JUGA:Pangsa Pasar KPR FLPP BTN Stabil, Kuasai 70,42 Persen

Realisasi tersebut terdiri atas pembiayaan KPP Supply sebesar Rp5,4 triliun dan KPP Demand sebesar Rp2 triliun.

Percepatan Program 3 Juta Rumah sendiri membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BP Tapera, pengembang, hingga industri perbankan.

Dalam penyaluran FLPP, BTN bersama Bank Syariah Nasional (BSN) dan sejumlah bank penyalur lainnya turut berperan memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah subsidi.

Di sisi permintaan, BTN juga memperluas pendekatan pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

BACA JUGA:Daftar Lengkap Direksi Baru BTN

Bersama Muhammadiyah, BTN tengah menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk menjangkau kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah.

Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah.

“Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran,” kata Nixon.

Selain pembiayaan berbasis komunitas, BTN juga mendukung pengembangan hunian di kawasan perkotaan yang memiliki akses terhadap transportasi publik. Salah satunya melalui proyek hunian di Manggarai, Jakarta.