Dorong Inovasi Pertanian, Indogritech 2026 Bidik 20.000 Pengunjung

Dorong Inovasi Pertanian, Indogritech 2026 Bidik 20.000 Pengunjung

Indogritech 2026 menargetkan sebanyak 20.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.--Landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id - Indonesia Agriculture Technology Expo 2026 atau Indogritech 2026 menargetkan sebanyak 20.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Target tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 10.000 pengunjung.

Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, mengatakan Indogritech 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan daya tarik pameran sekaligus memperluas keterlibatan pelaku industri pertanian.

“Dalam Indogritech 2026 ini kami menargetkan 20.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan,” ujar Rafidi dalam konferensi pers Nusantara Livestock dan Indogritech 2026 yang berlangsung di Gedung HKTI Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Rafidi, peningkatan target pengunjung tersebut sejalan dengan pengembangan pameran tahun ini, termasuk penambahan variasi pameran dan pengenalan program baru.

Ia juga menyebutkan jumlah peserta pameran ditargetkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Target, dari luasan area tidak terlalu ada perubahan, semua penataan masih seperti tahun sebelumnya. Tetapi untuk tahun lalu sebanyak ada lebih darib70 peserta, sekarang kami menargetkan lebih dari 100 peserta dalam kegiatan tahun ini,” kata Rafidi.

Selain meningkatkan jumlah peserta, penyelenggara juga membidik partisipasi ratusan merek atau brand dalam Indogritech 2026.

“Untuk brand dalam Indogritech tahun ini, kami menargetkan 400 brand,” ujar Rafidi.

Indogritech 2026 berfokus pada teknologi pertanian, inovasi agrikultur, serta penguatan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Rafidi menyampaikan terdapat tiga hal yang menjadi pembeda penyelenggaraan tahun ini. Salah satunya adalah variasi pameran yang diperluas, disertai pengenalan program baru bernama NusaFarm.

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan konsep acara untuk memperluas cakupan kegiatan dan keterlibatan pelaku industri pertanian.

Namun, rincian mengenai seluruh pembaruan yang dihadirkan pada tahun ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada penyelenggara.

Melalui pengembangan konsep dan program pameran, Indogritech 2026 diharapkan dapat mempertemukan pelaku industri pertanian, penyedia teknologi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem agrikultur.