Penduduk Miskin Nyaris 23 Juta Orang, Turun 8,07 Persen

Penduduk Miskin Nyaris 23 Juta Orang, Turun 8,07 Persen

Di tengah usia Indonesia 81 tahun, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 22,93 juta orang per akhir Maret 2026-landbank.id-

Jakarta, landbank.co.id- Berapa jumlah orang miskin di Indonesia terjawab dari paparan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia (RI), Minggu, 18 Oktober 2026.

Bakom RI menyatakan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026 dibandingkan dengan periode sama 2025.

Kini, di tengah usia Indonesia 81 tahun, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 22,93 juta orang dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

BACA JUGA:Kemendes Sebut 2025 Fokus untuk Penanganan Pangan dan Kemiskinan

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan, angka tersebut berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pemerintah terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Selain penurunan tingkat kemiskinan, kemiskinan ekstrem juga menunjukkan tren penurunan. Dalam periode 2021-2025, tingkat kemiskinan turun dari 10,14 persen menjadi 8,47 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berkurang dari 2,14 persen menjadi 0,85 persen.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan BSU 2026 Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja

Pada periode yang sama, seperti dikutip dari Antara, tingkat ketimpangan yang diukur melalui rasio Gini membaik dari 0,384 menjadi 0,375.

Pemerintah juga mengembangkan perlindungan sosial berbasis data terpadu untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sekaligus memperkuat upaya keluarga agar dapat keluar dari kemiskinan.

Di sisi lain, pemerintah menjalankan kebijakan untuk menjaga daya beli pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU).

BACA JUGA:Ini Syarat Lengkap dan Cara Cek Penerima BSU Rp600 Ribu dari Pemerintah

Pada 2025, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 17 juta pekerja yang memenuhi persyaratan, dengan bantuan Rp300.000 per bulan selama dua bulan atau Rp600.000 yang dibayarkan sekaligus kepada setiap penerima.

Pemerintah juga memperluas kesempatan kerja melalui Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program tersebut menargetkan 100.000 peserta pada 2025 dan meningkatkan kuota menjadi 150.000 peserta pada 2026.