Smartin dan Uhamka Bangun Generasi Melek Investasi Lewat Digital Literacy to Financial Resilience

Smartin dan Uhamka Bangun Generasi Melek Investasi Lewat Digital Literacy to Financial Resilience

PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) berkolaborasi menggulirkan literasi keuangan dan investasi mahasiswa dengan tujuan membangun budaya investasi di generasi muda. --Landbank.co.id

"Kami menggelar literasi investasi bagi intelektual muda agar dapat membantu mereka lebih prudent dalam berinvestasi. Selain itu, kami membangun budaya berinvestasi lewat kehadiran Uhamka-Smartin Investment Club yang beranggotakan para mahasiswa," ujar Philip.

Philip turut meresmikan Smartin Investment Club di Uhamka. Ke depan, Dupoin dan Smartin berencana membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.

Menurut Philip, klub tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan pengetahuan investasi sebelum memasuki dunia kerja. Dia berharap program ini turut melahirkan talenta baru yang dapat berkontribusi bagi industri keuangan, termasuk perusahaan pialang berjangka, asuransi, perbankan, dan platform aset digital seperti Bittime.

"Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan," ujarnya.

Uhamka Dorong Mahasiswa Kritis terhadap Investasi Digital

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka Tellys Corliana mengatakan, kegiatan literasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis dari para pelaku industri di luar pembelajaran kelas.

Menurut dia, literasi digital penting agar mahasiswa mampu bersikap kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tawaran investasi yang semakin mudah diakses.

"Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi," ujar Tellys.

Dia menjelaskan, Uhamka telah memiliki mata kuliah literasi digital. Karena itu, kegiatan yang digelar Smartin bersama para pelaku industri keuangan diharapkan dapat melengkapi pembelajaran tersebut melalui pengalaman praktis dan penerapan pengetahuan di klub investasi.

President Director Smartin Odang Supriatna menambahkan, kegiatan ini memberikan gambaran lebih luas mengenai peluang karier di industri perdagangan berjangka komoditas (PBK).

Dengan melibatkan pelaku pasar, akademisi, influencer, dan praktisi media sosial, mahasiswa diharapkan dapat mengenal beragam profesi, mulai dari analis, influencer, digital marketer, trader, hingga penasihat.

Menurut Odang, untuk berkarier di industri PBK, seseorang perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai. Smartin membuka kesempatan bagi peserta untuk mempelajari kebutuhan industri tersebut.

"Bagi lembaga pendidikan, khususnya untuk jurusan ekonomi dan TI, kegiatan ini memberikan gambaran apa yang menjadi kebutuhan bisnis di bidang investasi dan teknologi informasi," ujarnya.

Mahasiswa Diingatkan Memahami Risiko Investasi

Market Expert & Chief Financial Analyst Dupoin Futures Geraldo Kovit menilai, literasi digital dan keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital.

Menurut dia, akses terhadap teknologi dan instrumen investasi perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, memahami risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa diharapkan lebih cermat memanfaatkan teknologi, menghindari investasi ilegal, dan tidak mengambil keputusan secara impulsif.