BlaBlaCar Resmi Masuk Indonesia, Tawarkan Solusi Carpooling untuk Tekan Biaya Perjalanan Antarkota

BlaBlaCar Resmi Masuk Indonesia, Tawarkan Solusi Carpooling untuk Tekan Biaya Perjalanan Antarkota

--BlaBlaCar

Jakarta, landbank.co.id - Platform berbagi tumpangan (carpooling) antarkota terbesar di dunia, BlaBlaCar, resmi beroperasi di Indonesia.

Co-Founder dan CEO BlaBlaCar, Nicolas Brusson menyampaikan, kehadiran Blablacar diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya biaya perjalanan, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan emisi karbon melalui konsep berbagi kendaraan.

Menurutnya, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial karena tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi antarkota yang efisien dan fleksibel.

"Platform kami menawarkan solusi praktis untuk mobilitas antarkota. Di tengah masyarakat yang semakin digital dan mencari cara untuk menghemat biaya sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan, BlaBlaCar mempermudah perjalanan antara dua kota dengan menghubungkan pengguna, berbagi biaya perjalanan, serta mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan," ujar Nicolas Brusson dalam keterangan resmi yang diterima landbank.co.id, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia juga menuturkan, peluncuran BlaBlaCar di Indonesia merupakan bagian dari ekspansi perusahaan untuk menghadirkan model mobilitas berbasis berbagi biaya (cost-sharing mobility) ke negara dengan tingkat perjalanan domestik yang sangat tinggi.

"Kami sangat antusias meluncurkan BlaBlaCar di Indonesia dan menghadirkan model carpooling kami ke pasar di mana masyarakat Indonesia melakukan lebih dari 1,2 miliar perjalanan domestik pada 2026, mencerminkan tingginya kebutuhan akan solusi mobilitas antarkota yang terjangkau dan fleksibel," katanya.

Lebih lanjut kata dia, seiring bertambahnya jumlah pengguna, BlaBlaCar diharapkan dapat menjadi alternatif penggunaan kendaraan pribadi sekaligus melengkapi layanan transportasi konvensional yang telah tersedia.

"Di berbagai negara, seiring semakin banyaknya pengguna yang terhubung melalui BlaBlaCar, platform ini menawarkan alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menjadi pelengkap bagi sistem transportasi konvensional yang sudah ada," ujarnya.

Kehadiran BlaBlaCar dinilai relevan dengan kondisi biaya transportasi yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar pada April 2026 dengan inflasi sebesar 0,99 persen atau berkontribusi 0,12 poin persentase terhadap inflasi nasional sebesar 0,13 persen.

Kenaikan tarif penerbangan dan harga bahan bakar menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya biaya perjalanan masyarakat.

Melalui konsep carpooling, satu perjalanan di BlaBlaCar rata-rata diikuti 2,1 penumpang. Dengan sistem tersebut, pengemudi dapat berbagi biaya bahan bakar dan tarif tol sehingga beban perjalanan menjadi lebih ringan tanpa bertujuan mencari keuntungan.

Platform ini juga menerapkan sistem penetapan biaya yang menghitung kontribusi penumpang berdasarkan jarak tempuh dan harga bahan bakar lokal, dengan batas maksimal hanya untuk menutup biaya perjalanan.

Secara global, minat terhadap layanan berbagi tumpangan juga terus meningkat. Dalam periode Maret hingga Mei 2026, BlaBlaCar mencatat lebih dari 600 ribu pengemudi baru bergabung ke platformnya, mencerminkan meningkatnya adopsi model mobilitas berbagi biaya di berbagai negara.

(*)