Kontribusi Ekraf Sentuh Rp1.500 Triliun
“Konferensi ini menjadi wadah pertemuan yang mana keahlian global berpadu dengan peluang lokal, memungkinkan bisnis, pembuat kebijakan, dan inovator untuk memahami dan bertindak atas kekuatan yang membentuk masa depan. Kita tidak bisa meramal masa depan, tapi kita bisa membaca tren. Acara ini membahas berbagai tren dunia yang akan kita tarik inspirasi lokalnya sehingga 2026 kita bisa memetakan dan melakukan inovasi-inovasi yang berdampak nyata,” kata Founder of OMG Creative Consulting, Yoris Sebastian.
Baca juga: Pengembangan Industri Kreatif Butuh Kolaborasi
Bali menjadi salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang mana potensi generasi mudanya luar biasa dengan dukungan ekosistem yang selalu mendapat pengakuan global.
Kementerian Ekraf senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendongkrak ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (the new engine of growth).
(*)