Satu Tahun Prabowo, Himbara Dominasi Rumah Subsidi

Satu Tahun Prabowo, Himbara Dominasi Rumah Subsidi

Kontribusi BTN di kalangan Himbara sebesar 78,43 persen dari sisi unit dan 78,08 persen dari segi nilai.

Baca juga: BNI Tambah Mitra Pengembang, Percepat Tiga Juta Rumah

Secara nasional, pangsa pasar BTN menyentuh 70,26 persen dari sisi unit, sedangkan dari sisi nilai sebesar 70,06 persen.

Pada 2025, emiten perbankan berkode saham BBTN di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menggenggam kuota KPR FLPP sebesar 220 ribu unit.

BTN optimistis penyaluran 220.000 rumah subsidi melalui KPR FLPP itu dapat tercapai.

Terlebih, pemerintah telah menyediakan berbagai kebijakan yang mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah subsidi.

Sebagai contoh, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi 0 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan aturan maksimal penghasilan MBR penerima program FLPP.

“Di aturan yang baru, maksimal penghasilan MBR terbagi dalam beberapa zona. Untuk Jabodetabek ditetapkan Rp12 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income bersama pasangan. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat memperbaiki kemampuan bayar para pembeli rumah,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resminya dikutip Senin, 6 Oktober 2025.

Baca juga: Penyaluran KPR FLPP BRI Melonjak 58 Persen

Sementara itu, BRI menjadi anggota Himbara yang menyumbang KPR FLPP terbesar kedua. Per 18 Oktober 2025, penyaluran KPR FLPP BRI menyentuh 21.710 unit senilai Rp2,74 triliun.

Manajemen BRI mengaku bahwa pihaknya terus memerkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Sebagai wujud nyata dukungan terhadap upaya tersebut, BRI terus mengakselerasi penyaluran KPR FLPP.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, pihaknya mendukung Program Tiga Juta Rumah yang digulirkan pemerintah.

Dia menyatakan, Program tersebut selaras dengan upaya BRI dalam mendorong pembangunan inklusif dan menggerakkan perekonomian rakyat.

“BRI memandang program ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses perumahan sekaligus mendorong pemerataan Pembangunan,” tutur Hery dilansir laman BRI.

Hery menambahkan, Program ini memberikan multiplier effect melalui peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran ekonomi di daerah.