Jakarta, landbank.co.id– Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, menjalin kerja sama dengan dua investor, PT Terra SparX dan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq.
Kerja sama itu lahir untuk menghadirkan serta memperkuat daya tarik wisata wellness dan agrowisata di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerja sama penguatan destinasi Labuan Bajo ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang disaksikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 pagi.
Hariyanto menyampaikan bahwa Labuan Bajo dan Parapuar tidak hanya didorong sebagai destinasi unggulan, tetapi juga sebagai model pengembangan pariwisata nasional yang berdaya saing global.
“Pengembangan destinasi harus berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur, diversifikasi produk wisata, serta pemenuhan rantai pasok pariwisata yang inklusif. Kawasan Parapuar kami harapkan menjadi magnet baru pariwisata Labuan Bajo dengan menawarkan keindahan alam perbukitan dan hutan,” kata Hariyanto, dikutip Selasa 3 Februari 2026.
Baca juga: Liburan ke Labuan Bajo Bisa Sekaligus Menjajal Ta’aktana Luxury Collection Resort & Spa
Dia menjelaskan, kerja sama BPOLBF dengan PT Terra SparX dalam pengembangan wellness dan sport tourism di Lot M dan N Parapuar merupakan respons terhadap tren quality tourism global yang diharapkan mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Dalam rencana investasinya, PT Terra SparX Indonesia akan mengembangkan sejumlah fasilitas, antara lain High Life Glamping sebagai akomodasi glamor berbasis alam terbuka.
Lalu, Ocean Club and Wellness yang dirancang sebagai klub pantai dan pusat kebugaran terpadu, serta Racquet Club sebagai fasilitas olah raga.
“Saya berharap pengembangannya dilakukan dengan konsep low-impact agar tetap selaras dengan alam dan menjadi contoh destinasi hijau yang berkelanjutan,” tutur Hariyanto.
Terkait kerja sama dengan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq, Hariyanto menilai kolaborasi ini penting untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan pertanian melalui pengembangan edu-agrowisata sekaligus penguatan rantai pasok lokal.
Baca juga: Ascott Merangsek Labuan Bajo dan Bali, Buka Empat Hotel
Sebelumnya, BPOLBF menjalin kerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq melalui program pendampingan usaha Pangan Floratama Academy, yang membuka peluang pengembangan kawasan agrowisata di Parapuar sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat.





