Minat Terhadap Gedung Perkantoran Berkualitas Tinggi Meninggi
“Hingga kuartal kedua 2025, tingkat okupansi berada di kisaran 75 persen di area CBD dan 71 persen di luar CBD, dengan pertumbuhan yang terbatas selama semester pertama 2025,” jelas Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia dikutip Kamis, 7 Agustus 2025.
Menurut Colliers, iklim bisnis perkantoran di Jakarta tidak terlepas dari pandangan umum bahwa pasar masih bersifat hati-hati, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang moderat.
Selama kondisi ekonomi belum sepenuhnya mendukung iklim investasi, banyak perusahaan memilih untuk menunda pembukaan maupun relokasi kantor mereka di Jakarta.
Kondisi ini mendorong perusahaan untuk lebih fokus pada efisiensi ruang dan pengendalian biaya operasional.
Rencana ekspansi dan penambahan tenaga kerja ditunda di banyak sektor, sambil menunggu situasi ekonomi yang lebih stabil.
Pasar Asia Pasifik
Sementara itu, pasar perkantoran Asia Pasifik memasuki fase pertumbuhan baru, dengan momentum baru yang diperkirakan terus berlanjut hingga akhir 2025 seiring para penyewa semakin memprioritaskan ruang kantor yang fleksibel dan berkelanjutan.
Baca juga: Pasokan Minim Bisa Dongkrak Okupansi Perkantoran
Menurut laporan terbaru Colliers, Wawasan Pasar Perkantoran Asia Pasifik Semester I 2025, aktivitas penyewaan di 11 pasar utama mencapai 4,5 juta meter persegi (m2) pada paruh pertama tahun ini – meningkat 9,6 persen year on year – yang mencerminkan kalibrasi ulang strategi tempat kerja yang lebih luas.
Pasar yang dipantau meliputi Australia, Tiongkok Daratan, Hong Kong, India, india, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.
Singapura, Filipina, dan Jepang memimpin pertumbuhan permintaan, dengan Singapura mencatat peningkatan volume penyewaan yang mengesankan sebesar dua belas kali lipat. Filipina dan Jepang mencatat pertumbuhan tahunan yang kuat, masing-masing sebesar 56 persen dan 55 persen.
Sementara itu, India, Tiongkok Daratan, dan Jepang terus menjadi tumpuan aktivitas regional, secara kolektif menyumbang lebih dari 90% dari total permintaan perkantoran.
Pasokan baru juga meningkat, meningkat 45,4 persen year on year menjadi 4,8 juta m2 dan melampaui permintaan di sebagian besar pasar.
“Di seluruh Asia Pasifik, kami menyaksikan pergeseran penting dalam cara penyewa berinteraksi dengan ruang perkantoran,” ujar Mike Davis, managing director Colliers Occupier Services Asia Pasifik.