Produsen Keramik Ini Siapkan Capex Rp180 Miliar Pada 2025
Di sisi lain, laba bruto TOTO tercatat Rp576 miliar pada 2024 atau meningkat12,85 persen, dibandingkan setahun sebelumnya.
Lalu, TOTO membungkus laba usaha Rp365 miliar alias meningkat 25,02 persen dibandingkan dengan tahun 2023.
Sekalipun pendapatan naik sekitar 9 persen, raihan laba bersih TOTO pada 2024 meningkat lebih besar.
Bila pada 2023 laba bersih TOTO sebesar Rp242,41 miliar, setahun kemudian melejit sekitar 30 persen menjadi Rp314,63 miliar.
Baca juga: Mayoritas Produk TOTO Diserap Pasar Domestik
“Kenaikan laba Perseroan adalah karena efisiensi beban produksi pabrik, bukan karena menurunkan kualitas produk. Kualitas produk tetap sesuai standar TOTO,” tutur Hanafi Atmadiredja.
Saat ini, TOTO memiliki tiga pabrik yang terletak di Serpong, Cikupa, dan Pasar Kemis, Tangerang, Banten.
Pabrik produk saniter pertama TOTO mulai beroperasi pada 1978 dengan 65 orang tenaga kerja. Lalu, Seiring berkembangnya Perseroan dan guna menunjang usaha produk saniter ini, pada tahun 1985 dibangunlah pabrik fitting (produk-produk saniter, seperti keran air, shower, dan lain sebagainya).
Pabrik ini juga terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas penyempurnaan, termasuk mesin pengecor kuningan dan mesin injeksi plastik.
Saat ini, pemegang saham Surya Toto Indonesia mencakup Toto Ltd sebesar 37,90 persen, PT Multifortuna Asindo 29,39 persen, PT Suryapramitra Abadi 24,95 persen, dan masyarakat 7,76 persen.
(*)