“Hal itu untuk meningkatkan efektivitas kampanye, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat minat serta kepercayaan calon konsumen,” urai manajemen SWID dikutip dari paparan publik, belum lama ini.
Kinerja Kinclong
Pada 2025, SWID mengoleksi pendapatan usaha sebesar Rp176,29 miliar, naik bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp135,27 miliar.
Kontributor terbesar dalam mengisi pundi-pundi pemilik The Alana Hotel, Yogyakarta ini adalah dari jasa perhotelan, yakni sebesar Rp108,65 miliar atau setara sekitar 62 persen dari total pendapatan SWID tahun 2025.
Baca juga: Pemilik Hotel di Yogyakarta Ini Getol Tebar Dividen
Segmen ini mencatat penurunan pendapatan bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang masih bertengger di angka Rp126,01 miliar.
Penyumbang pendapatan kedua adalah dari segmen properti hunian yang mencakup apartemen, kondotel, dan vila.
Segmen ini menyetor Rp67,64 miliar atau sekitar 38 persen terhadap total pendapatan tahun 2025 pemilik proyek Banyu Bening, Ambarawa, Jawa Tengah tersebut.
Penjualan segmen hunian tahun 2025 terlihat melejit sekitar 656 persen bila disandingkan dengan torehan setahun sebelumnya yang sekitar Rp9,26 miliar.
Moncernya pendapatan usaha mewarnai kemampuan SWID dalam membungkus laba pada 2025.
Baca juga: Bisnis Hotel SWID Tetap Solid
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba SWID sebesar Rp41,02 miliar, sedangkan tahun 2024 sekitar Rp18,63 miliar.
Sementara itu, jumlah aset SWID per akhir Desember 2025 sebesar Rp504,13 miliar, lebih tinggi bila disandingkan dengan periode sama 2024 yang senilai Rp479,30 miliar.
Sebaliknya, liabilitas SWID turun dari semula Rp240,03 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp228,89 miliar tahun 2025.
Ekuitas SWID menguat ke posisi Rp275,24 miliar pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya masih bertengger di level Rp239,27 miliar.
Baca juga: Efisiensi dan Strategi Jitu Dorong Pertumbuhan SWID di Kuartal III 2025
Para pemegang saham SWID per akhir Desember 2025 terdiri atas PT Saraswanti Utama sebanyak 63,52 persen, Bogat Agus Riyono 15,97 persen, dan masyarakat 20,51 persen.
(*)





